Cari Blog Ini
26 September 2018
*Guyon Petinggi UA: Ibarat Sepeda Motor, UNP tak Akan Bisa Juara Walaupun Ditunggangi Rossi, Jika yg Dibawanya Honda Cup 70*. Guyon pun sampai ke telinga Rektor UNP Prof Ganefri PhD. Berikutnya menjadi anekdot. Sakitkah hati kita? Tentu saja. Tapi untuk apa kalau hanya disikapi dengan sakit hati. Rektor Ganefri membeberkan diksi-diksi anekdot itu di dalam rapat perdana Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni (DPP ILUNI UNP Periode 2018-2022), Jumat (14/09/2019) di ruang rapat Rektor. "Melihat kemajuan dan track yang kita tempuh, membuat tetangga kita khawatir. Tapi memang mereka masih mengatakan, seperti itu," sebut Ganefri. Guyon itu tentu harus menjadi lecutan bagi UNP, termasuk alumni. Di internal pekerjaan untuk memajukan UNP menjadi tugas dari dosen dan staf di bawah kepemimpinan Rektor. Sedangkan untuk eksternal, alumni mesti berperan. Secara akademik mengapa kampus Limau Manis lebih maju dari kampus Air Tawar? Di antaranya karena UA punya 147 profesor. Sedangkan UNP baru 60 orang profesor. Dosen doktor UNP jumlahnya 300. Sementara UA dosen doktornya sudah berjumlah 650 orang. Sedangkan pembiayaan di bidang penelitian, UA sudah sejak lama dananya puluhan miliar pertahun. UNP baru tahun ini, dana penelitiannya yg mencapai Rp20 miliaran. Padahal dulu-dulu cuma sekitar Rp 2 miliar pertahun. Alumni kampus Limau Manis, tersebar di berbagai bidang dan instansi pada posisi-posisi strategis. Bahkan sudah ada yg menjadi menteri, Gubernur, Dirjen, Walikota, Bupati, anggota DPR, DPD, Dirut BUMN dan lainnya. Sedangkan UNP masih jauh. Namun demikian, menurut Ganefri, saat ini UNP dan alumni sudah berubah ke arah yang lebih baik. UNP sekarang salah satu dari 68 perguruan tinggi di Indonesia yang berakreditasi A. Dari 4.000-an jumlah PTN/PTS di tanah air, UNP berada pada urutan 26 termaju. "Kita sudah banyak berubah dan telah berada pada track yang benar. Ibaratnya, jika mereka dari dulu sudah berada pada kecepatan 100 KM/jam, maka UNP saat ini kecepatannya 150 KM/jam. Hanya menunggu waktu. Suatu saat nanti, UNP akan meninggalkan mereka," kata Ganefri sembari mengepalkan tangan. Ganefri ingin ke depan ada alumni UNP yang menjadi Gubernur Sumbar. "Jika alumni kita jadi gubernur, tentu semuanya akan jadi lebih mudah," sebut alumni Elektro FT UNP angkatan 1983 itu. Pada kesempatan tersebut Rektor juga mengutarakan rencana UNP membuka Fakultas Kedokteran. Kampusnya bukan di Padang, tapi di kampus UNP Tarok City Kabupaten Padangpariaman. RSUD Padangpariaman yang punya 26 dokter spesialis dan bangunan cukup megah akan menjadi rumah sakit praktek Fakultas Kedokteran UNP. "Jadi untuk internal memajukan UNP adalah tugas saya bersama para dosen lainnya. Sedangkan di eksternal, mohon peran optimal alumni," kata Ganefri di hadapan para pengurus DPP ILUNI UNP, yang di antaranya hadir sekjen Yukon Putra dan Ketua Harian Prof M. Zaim. Tampaknya anekdot dan bla-bla yang disampaikan Prof Ganefri, mampu membakar semangat para pengurus baru ILUNI. "Poin-poin yang disampaikan pak Rektor itu menjadi PR kita semua. Karena sebagian besar yang disampaikan Rektor tadi juga sudah menjadi rekomendasi Mubes," kata Prof M Zaim. Hal senada juga ditimpali oleh Sekjend Yukon Putra, mantan etase Indonesia di Belanda. Sebelumnya pada kuliah umum di hadapan alumni dan calon wisudawan UNP, Prof Dr Alex Ong, pengusaha besar dan motivator ternama di Malaysia, mengaku sangat bangga menjadi perwakilan UNP di Malaysia. "UNP adalah kampus yang maju dan besar. Saya bangga menjadi perwakilan kampus ini di Malaysia," kata Prof Alex Ong. ** (Penulis: Yon Erizon/Sekretaris DPP ILUNI UNP).
01 Maret 2012
KETUA ILUNI UNP KEPRI JADI KADISNAKER BATAM
BATAM,HALUAN-Drs Zarefriadi MPd, Ketua Ikatan Alumni Universitas Negeri Padang (Iluni UNP) Provinsi Kepri dilantik sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Batam oleh Walikota Batam Ahmad Dahlan, Kamis (3/1) di Kantor Pemko Batam. Sebelumnya, Ketua Ikatan Perantau Kota Payakumbuh-Kabupaten Limapuluh Kota (Gonjonglimo) Kota Batam tersebut menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam.
"Tugas dan tanggungjawab saya tentu lebih berat lagi. Mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar saya bisa menjalankan tugas dengan baik di tempat yang baru," kata Zarefriadi saat dihubungi Haluan tadi malam dari Padang melalui sambungan telepon.
Zarefriadi, alumni Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakutas Pendidikan Teknik dan Kejuruan (FPTK) IKIP Padang yang kini jadi Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (FT UNP), sesungguhnya bukan orang baru di lingkungan Disnaker. Dia pernah menjabat sebagai salah satu kepala bidang (Kabid) di SKPD ini. Zaref juga pernah menjadi Kabid Program di Dinas Pariwisata Kota Batam.
Zaref dilantik bersama dengan beberapa pejabat eselon II,III dan IV lainnya. Mutasi di lingkungan Pemko Batam, tersebut tidak menyentuh jabatan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik). Muslim Bidin tetap menduduki jabatannya sebagai Kadisdik, meski rumor deras menginginkan ia diganti. Di antara alasannya, permasalahan di dunia pendidikan yang terus terjadi, mulai dari masalah penerimaan siswa baru, pungutan liar (pungli) uang try out dan pemantapan menjelang UN, penjualan LKS, belum dibayarnya gaji guru honor dan lainnya.
Walikota Batam, Ahmad Dahlan beralasan tidak ada usulan dari Baperjakat untuk mengganti Muslim Bidin dari Kadisdik. Meskipun diakui, memang ada permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan hingga akhir ini."Dan pak Muslim, masih siap untuk menyelesaikan masalah pendidikan yang ada," ujar Walikota Batam, Ahmad Dahlan.
Pelantikan dilakukan terhadap 60 pejabat eselon II, III, Camat dan Sekcam di lingkungan Pemko Batam. Dari jumlah tersebut, 2 pejabat menempati posisi baru sebagai Asisten dan 3 pejabat sebagai Kepala Dinas.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan ditempati M. Syuzairi yang sebelumnya menjabat sebagai staf ahli. Menggantikan Buralimar yang naik ke Provinsi sebagai Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepri. Sedangkan posisi Asisten III Bidang Administrasi Umum yang sebelumnya ditempati Maaz Ismail, digantikan oleh Sahir yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Kadinsos).
Lima orang yang menempati posisi baru di eselon II adalah Kamarul Zaman sebagai Kadinsos, Zarefriadi sebagai Kadisnaker, Sulaeman Nababan sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Salim sebagai Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) dan Marzuki sebagai Sekretaris DPRD Kota Batam.
Kamarul Zaman sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata, Zarefriadi sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Disdik dan Sulaeman Nababan sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DKP, Salim sebelumnya menjabat sebagai Kabag Humas dan Marzuki sebelumnya menjabat sebagai Bendahara Sekretariat DPRD Kota Batam.
Sedangkan Rudi Sakyakirti yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Disnaker menempati posisi baru sebagai Staf Ahli bersama Ibnu Maja. Sedangkan jabatan Kepala DKP sedang mengalami kekosongan paska ditinggal Azwan yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar.
Kepada pejabat yang baru dilantik, Walikota Batam berharap dapat melanjutkan kinerja yang telah dilakukan pejabat sebelumnya, serta dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Batam. "Ini merupakan lokomotif untuk bergerak di 2012 dan akan ditindaklanjuti dengan promosi ataupun rotasi agar siap dalam satu barisan menghadapi pembangunan," katanya menandaskan. (h/wan/erz)
KETUA ILUNI UNP KEPRI JADI KADISNAKER BATAM
BATAM,HALUAN-Drs Zarefriadi MPd, Ketua Ikatan Alumni Universitas Negeri Padang (Iluni UNP) Provinsi Kepri dilantik sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Batam oleh Walikota Batam Ahmad Dahlan, Kamis (3/1) di Kantor Pemko Batam. Sebelumnya, Ketua Ikatan Perantau Kota Payakumbuh-Kabupaten Limapuluh Kota (Gonjonglimo) Kota Batam tersebut menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam.
"Tugas dan tanggungjawab saya tentu lebih berat lagi. Mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar saya bisa menjalankan tugas dengan baik di tempat yang baru," kata Zarefriadi saat dihubungi Haluan tadi malam dari Padang melalui sambungan telepon.
Zarefriadi, alumni Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakutas Pendidikan Teknik dan Kejuruan (FPTK) IKIP Padang yang kini jadi Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (FT UNP), sesungguhnya bukan orang baru di lingkungan Disnaker. Dia pernah menjabat sebagai salah satu kepala bidang (Kabid) di SKPD ini. Zaref juga pernah menjadi Kabid Program di Dinas Pariwisata Kota Batam.
Zaref dilantik bersama dengan beberapa pejabat eselon II,III dan IV lainnya. Mutasi di lingkungan Pemko Batam, tersebut tidak menyentuh jabatan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik). Muslim Bidin tetap menduduki jabatannya sebagai Kadisdik, meski rumor deras menginginkan ia diganti. Di antara alasannya, permasalahan di dunia pendidikan yang terus terjadi, mulai dari masalah penerimaan siswa baru, pungutan liar (pungli) uang try out dan pemantapan menjelang UN, penjualan LKS, belum dibayarnya gaji guru honor dan lainnya.
Walikota Batam, Ahmad Dahlan beralasan tidak ada usulan dari Baperjakat untuk mengganti Muslim Bidin dari Kadisdik. Meskipun diakui, memang ada permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan hingga akhir ini."Dan pak Muslim, masih siap untuk menyelesaikan masalah pendidikan yang ada," ujar Walikota Batam, Ahmad Dahlan.
Pelantikan dilakukan terhadap 60 pejabat eselon II, III, Camat dan Sekcam di lingkungan Pemko Batam. Dari jumlah tersebut, 2 pejabat menempati posisi baru sebagai Asisten dan 3 pejabat sebagai Kepala Dinas.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan ditempati M. Syuzairi yang sebelumnya menjabat sebagai staf ahli. Menggantikan Buralimar yang naik ke Provinsi sebagai Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepri. Sedangkan posisi Asisten III Bidang Administrasi Umum yang sebelumnya ditempati Maaz Ismail, digantikan oleh Sahir yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Kadinsos).
Lima orang yang menempati posisi baru di eselon II adalah Kamarul Zaman sebagai Kadinsos, Zarefriadi sebagai Kadisnaker, Sulaeman Nababan sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Salim sebagai Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) dan Marzuki sebagai Sekretaris DPRD Kota Batam.
Kamarul Zaman sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata, Zarefriadi sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Disdik dan Sulaeman Nababan sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DKP, Salim sebelumnya menjabat sebagai Kabag Humas dan Marzuki sebelumnya menjabat sebagai Bendahara Sekretariat DPRD Kota Batam.
Sedangkan Rudi Sakyakirti yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Disnaker menempati posisi baru sebagai Staf Ahli bersama Ibnu Maja. Sedangkan jabatan Kepala DKP sedang mengalami kekosongan paska ditinggal Azwan yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar.
Kepada pejabat yang baru dilantik, Walikota Batam berharap dapat melanjutkan kinerja yang telah dilakukan pejabat sebelumnya, serta dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Batam. "Ini merupakan lokomotif untuk bergerak di 2012 dan akan ditindaklanjuti dengan promosi ataupun rotasi agar siap dalam satu barisan menghadapi pembangunan," katanya menandaskan. (h/wan,ERZ)
"Tugas dan tanggungjawab saya tentu lebih berat lagi. Mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar saya bisa menjalankan tugas dengan baik di tempat yang baru," kata Zarefriadi saat dihubungi Haluan tadi malam dari Padang melalui sambungan telepon.
Zarefriadi, alumni Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakutas Pendidikan Teknik dan Kejuruan (FPTK) IKIP Padang yang kini jadi Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (FT UNP), sesungguhnya bukan orang baru di lingkungan Disnaker. Dia pernah menjabat sebagai salah satu kepala bidang (Kabid) di SKPD ini. Zaref juga pernah menjadi Kabid Program di Dinas Pariwisata Kota Batam.
Zaref dilantik bersama dengan beberapa pejabat eselon II,III dan IV lainnya. Mutasi di lingkungan Pemko Batam, tersebut tidak menyentuh jabatan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik). Muslim Bidin tetap menduduki jabatannya sebagai Kadisdik, meski rumor deras menginginkan ia diganti. Di antara alasannya, permasalahan di dunia pendidikan yang terus terjadi, mulai dari masalah penerimaan siswa baru, pungutan liar (pungli) uang try out dan pemantapan menjelang UN, penjualan LKS, belum dibayarnya gaji guru honor dan lainnya.
Walikota Batam, Ahmad Dahlan beralasan tidak ada usulan dari Baperjakat untuk mengganti Muslim Bidin dari Kadisdik. Meskipun diakui, memang ada permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan hingga akhir ini."Dan pak Muslim, masih siap untuk menyelesaikan masalah pendidikan yang ada," ujar Walikota Batam, Ahmad Dahlan.
Pelantikan dilakukan terhadap 60 pejabat eselon II, III, Camat dan Sekcam di lingkungan Pemko Batam. Dari jumlah tersebut, 2 pejabat menempati posisi baru sebagai Asisten dan 3 pejabat sebagai Kepala Dinas.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan ditempati M. Syuzairi yang sebelumnya menjabat sebagai staf ahli. Menggantikan Buralimar yang naik ke Provinsi sebagai Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepri. Sedangkan posisi Asisten III Bidang Administrasi Umum yang sebelumnya ditempati Maaz Ismail, digantikan oleh Sahir yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Kadinsos).
Lima orang yang menempati posisi baru di eselon II adalah Kamarul Zaman sebagai Kadinsos, Zarefriadi sebagai Kadisnaker, Sulaeman Nababan sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Salim sebagai Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) dan Marzuki sebagai Sekretaris DPRD Kota Batam.
Kamarul Zaman sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata, Zarefriadi sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Disdik dan Sulaeman Nababan sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DKP, Salim sebelumnya menjabat sebagai Kabag Humas dan Marzuki sebelumnya menjabat sebagai Bendahara Sekretariat DPRD Kota Batam.
Sedangkan Rudi Sakyakirti yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Disnaker menempati posisi baru sebagai Staf Ahli bersama Ibnu Maja. Sedangkan jabatan Kepala DKP sedang mengalami kekosongan paska ditinggal Azwan yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar.
Kepada pejabat yang baru dilantik, Walikota Batam berharap dapat melanjutkan kinerja yang telah dilakukan pejabat sebelumnya, serta dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Batam. "Ini merupakan lokomotif untuk bergerak di 2012 dan akan ditindaklanjuti dengan promosi ataupun rotasi agar siap dalam satu barisan menghadapi pembangunan," katanya menandaskan. (h/wan,ERZ)
24 Februari 2012
Kepala KUA Mesum Langsung Dipecat

PADANG, HALUAN- Kepala KUA Kayu Tanam, Padang Pariaman berinisial Az terjaring razia polisi di Jalan Adinegoro, depan Mapolsek Koto Tangah, Selasa lalu resmi diberhentikan. Hal ini disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Ismail Usman kepada Haluan kemarin (23/2).
“Ini menjadi pelajaran dan bahan evaluasi bagi Kemenag Sumbar. Oknum tersebut telah kami berhentikan,” ujar Ismail.
Menindaklanjuti hal ini, jajaran Kemenag Sumbar akan melaksanakan evaluasi bagi seluruh Kepala KUA awal Maret nanti.
“Awal Maret ini kita akan mengumpulkan semua Kepala KUA untuk diberikan peringatan. Ini akan menjadi pelajaran ke depannya bahwa kita tidak akan mentoleransi oknum yang mencemarkan nama baik institusi,” tegasnya.
Ismail juga menyayangkan sekali perbuatan Az karena selain menodai isnstitusi, ia juga telah mencemarkan reputasi agama. “Tokoh dari lembaga keagamaan sepatutnya menjadi contoh,” kata Ismail lagi.
Sebelumnya diberitakan Az dijumpai dengan pakaian terbuka bersama remaja belia berusia 17 tahun berinisial Ls di dalam mobil Toyota Starlet. Diduga ia berbuat mesum di dalam mobil tersebut. Jajaran Polresta Padang yang menggelar razia, juga menemukan VCD porno dan kondom di dalam mobil tersebut.
Kabag Ops Polresta Padang Kompol Ari Yuswan Triono yang memimpin razia itu mengatakan, awalnya Toyota Starlet tersebut melaju dari arah Padang Pariaman menuju Padang. Saat dihentikan petugas, Az terkejut, dan menabrak mobil yang ada di depannya.
Kejadian ini mengundang perhatian petugas, dan polisi langsung memeriksa mobil itu. Karena kaget, mereka tidak sempat memperbaiki pakaian mereka yang sudah terbuka.
“Mungkin mereka terkejut saat mengetahui ada razia, dan karena ketakutan dia menabrak mobil yang berada di depannya. Melihat kejadian tesebut, kami langsung melakukan pemeriksaan dan ditemukan keduanya dalam kondisi setengah telanjang,” ujarnya.
Kemudian kata Ari, petugas pun memeriksa kendaraan mereka dan ternyata mendapatkan delapan keping VCD Porno, dan sembilan bungkus kondom, sehingga mereka digiring ke Mapolsek Koto Tangah untuk diperiksa lebih lanjut.
Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, Az, warga Koto Tinggi 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman mengaku sempat berbuat mesum di dalam mobil itu bersama Ls, siswa kelas II sebuah MAN di Padang Pariaman.
“AZ sudah lama kenal dengan gadis tersebut, sehingga mereka ini ingin ke Padang untuk sekedar jalan-jalan,” jelas Ari. Polisi kemudian menghubungi keluarga perempuan itu. Setelah dilakukan musyawarah, mereka pun akhirnya tidak melapor di Polsek Koto Tangah, melainkan akan membuat laporan di Polres Pariaman. “Kita sudah melepaskan mereka sekitar pukul 03.00 WIB, setelah orang tua perempuan tiba di Polsek, dan akan melapor ke Polres Pariaman terkait kasus ini,” lanjutnya. (h/nas/dla)
23 Februari 2012
BANJIR BANDANG LANDA PASAMAN

Banjir bandang mahondoh tiga nagari di Pasaman. Puluhan rumah hanyut. Tiga nagari terisolasi dan belum diketahui jumlah korban jiwa. Pembabatan hutan bisa jadi penyebab banjir besar ini.
PASAMAN, HALUAN—Sumatera Barat tak usai dirundung musibah. Belum selesai kebakaran hebat yang melanda Koppas Plaza Pasar Raya Padang tiga hari lalu, kini musibah bencana alam banjir bandang dan longsor menghantam pemukiman penduduk di tiga nagari di Kabupaten Pasaman, Rabu (22/2) sekitar pukul 18.15 WIB. Pasaman pun berduka.
Ketiga nagari itu adalah Nagari Simpang, Nagari Alahan Mati, dan Nagari Kaciak yang ketiganya berada di Kecamatan Simpati. Banjir bandang dan longsor di beberapa titik, antara lain Jorong Simpang Utara, Simpang Selatan, Pasar Simpang, Kampung Aur, dan Kampung Siri. Alahan Mati dan Nagari Simpang parah digulung galodo.
Laporan wartawan Haluan di lokasi kejadian, sepanjang 1 km lebih, Bukik Macang di sisi kiri jalan raya arah Kinali terban dan menimbun pemukiman warga di kaki bukit itu. Puluhan rumah kupak-kupak, sebuah bangunan SD, musala dan rumah makan tertimbun, tiga mobil yang sedang melintas juga ikut terseret banjir, dan beberapa buah kendaraan motor roda dua. Tampak kekayuan dan bebatuan disertai lumpur bergulung-gulung menerjang dari atas bukit sekitar dan membelintang bersama lumpur menutup jalan. Tiga lokasi itu sampai pukul 00.00 WIB tadi malam masih terisolir, belum diketahui jumlah korban jiwa dan kerugian. Namun dari informasi warga, ada dua warga yang memancing di sungai yang hingga tadi malam belum ditemukan.
Menurut salah seorang warga setempat, sepanjang 50 tahun terakhir, inilah musibah paling parah yang pernah melanda tiga nagari itu. “Meluapnya Batang Sinabung penyebab banjir bandang ini. Saya kira hutan di hulu sungai sudah dijarah. Selain Batang Sinabung, ada juga Sungai Ulu Tambuluah Bukit Ambacang yang saya perkirakan hulunya juga sudah gundul,” katanya sembari memperkirakan penyebabanya.
Yozawardi, Kepala Dinas Kehutanan Pasaman, menduga ada tiga penyebab banjir bandang itu. “Pertama penebangan liar, kedua banyaknya penanaman coklat di sekitar bukit, dan ketiga sungai yang tak mampu menampung debet air yang demikian besar,” katanya.
Sementara itu, Wali Nagari Simpang Adek Jumailis, menyebutkan di Bukit Malampah dikabarkan, 30 orang terkurung empat mobil rusak belasan motor terserat air. Untuk sementara 200 KK di Pasa Simpang mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui berapa jumlah korban jiwa yang ditelan galodo tersebut, namun sejumlah aparat kepolisian, Satpol PP dan alat berat sudah tiba di lokasi, namun belum bisa melakukan evakuasi, karena arus masih cukup besar sehingga menyulitkan tim bantuan menembus lokasi.
Yazid Fadli, Kepala BPBD Sumbar mengatakan, setelah mendapat kabar banjir bandang itu, tim langsung diturunkan ke lokasi kejadian. “Alat-alat berat sudah diberangkatkan,” katanya.
Bupati Pasaman, Benny Utama bersama rombongannya hanya bisa berada paling jauh 15 Km dari jalan Lintas Sumatera. “Kita tidak bisa masuk sampai ke lokasi, jalanan tertutup timbunan dan kayu-kayu besar, jempatan pun ambruk, hujan sangat lebat,” kata Benny Utama.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang ditelepon Bupati Pasaman Beny Utama menyatakan rasa dukanya yang mendalam.
“Malam tadi langsung memerintahkan Kepala BPBD Sumbar untuk turun ke Pasaman membawa alat berat dan bantuan yang diperlukan guna melakukan evakuasi. Karena sulitnya medan dan hujan lebat, alat itu belum sampai hingga tadi malam,” tambah Beny
Menurut Yazid, ada dua kemungkinan yang bisa ditempuh untuk melakukan evakuasi. Pertama masuk lewat Lintas Tengah via Bukittinggi, dan yang kedua lewat Pariaman menyusuri jalan Lintas Barat ke Pasaman Barat. Dari situ ke Malampah. Karena kawasan itu berada di perbatasan dua Kabupaten (Pasaman dan Pasaman Barat) maka evakuasi harus dilakukan dari dua pintu masuk itu agar bisa mempercepat pembukaan isolasi dan bantuan makanan ataupun pencarian korban bisa dilakukan segera.
Salah seorang korban galodo Jon Hendri, warga Simpang Utara, kepada Haluan, mengatakan, rumah tempat tinggalnya dan sebuah kedai PMD tempat usahanya sudah ludes disapu galodo. “Anak istrinya saya berhasil melarikan diri ke arah perbukitan,” kata Jon Hendri terbata-bata.
Korban lainya, Eni kepada Haluan mengatakan, rumah yang dia tempati berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian, tetapi tidak terkena hantaman galodo, namun suaminya belum juga kunjung pulang dari Bukittinggi.
“Saya cemaskan suami saya, hingga malam ini belum juga pulang. Apakah dia masih berada di Bukittinggi atau dalam perjalanan atau terjadi apa-apanya di tengah jalan,” kata Eni sambil menangis.
Camat Palupuh yang dihubungi Haluan, M Arsyid mengatakan jalan raya Palupuh-Pasaman tadi malam macet total sehingga tidak satupun kendaraan roda empat yang bisa melintas.
Bukitinggi Banjir
Sementara itu, dari Bukittinggi dilaporkan, dua keluarga di RT 2 RW 2, Kelurahan Manggis Ganting, Kecamatan Mandiangin Koto Salayan, Bukittinggi terpaksa mengungsi, karena rumah mereka direndam banjir dengan ketinggian sekitar 1,5 meter tadi malam.
Ironisnya genangan air itu ditengarai akibat urukan tanah pembangunan Kampus Stikes For de Kok di kawasan tersebut.
Kedua rumah yang terendam itu masing-masing milik Zulfirman, Ketua RT setempat dan Fitri Susilawarni. “Saya sudah sering menyampaikannya kepada pihak Stikes untuk men-dam tanah timbunan kampus itu, tetapi tidak diindahkan. Ya, beginilah jadinya kami jadi korban akibat hujan deras dari sore,” kata Zulfirman tadi malam.
Zulfirman yang terpaksa mengungsi ke rumah familinya berharap Pemko Bukittinggi menegur pihak Stikes karena dinilai tak peduli dengan masyarakat sekitar. “Faktanya begini, dan tentunya kita berharap ada teguran dan perhatian dari pihak Pemko, agar tak terjadi lagi,” lanjutnya. (h/jon/tos/vie)
16 Februari 2012
Menjaga Keseimbangan di Danau Maninjau

Mati massal ikan keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau menjadi peristiwa rutin sejak beberapa tahun belakangan. Petani KJA pun rugi, air danau kebanggaan masyarakat Sumatera Barat tersebut pun tercemar. Meski begitu, masalah ini terus berulang dan berulang lagi. Tentu saja, akan berdampak lebih buruk lagi, bila kondisi tersebut terus dibiarkan.
Keseimbangan Danau Maninjau mesti menjadi perhatian serius. Karena bukan hanya pemilik usaha KJA saja yang menggantungkan kebutuhannya pada Danau Maninjau. Tapi juga masyarakat lainnya, hewan, tumbuhan dan siklus alam. Sebelum momentumnya terlambat, maka kinilah saatnya memulai menjaga keseimbangan antara pemanfaataan Danau Maninjau untuk usaha KJA, usaha pariwisata, pemanfataan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Sumbar, Asrizal Asnan mengatakan untuk mengatasi kematian massal ikan KJA di Danau Maninjau yang terjadi setiap tahun, perlu dilakukan penetapan batas atau kuota jumlah keramba. Jumlah keramba agar tidak melebihi daya dukung danau. Sehingga danau dapat melakukan penjernihan sendiri. Selain itu, perlu ditetapkan secara detail tata ruang dan zonasi yang mengatur daerah konservasi, budidaya, pariwisata dan penggunaan lainnya.
Direkomendasikan perbaikan sistem budidaya ikan keramba dengan pendekatan teknologi baik menyangkut desain keramba, jenis makanan ikan, pola musim tanam ikan dan pengaturan kerapatan ikan pada musim waspada bulan Desember sampai Februari. Rekomendasi ini sangat penting, karena kondisi Danau Maninjau sudah kronis.
Danau Maninjau tidak mampu lagi menanggung begitu banyaknya KJA. Jumlahnya terus bertambah dari waktu. Kini telah mencapai 15.000 unit pada luas area budidaya 2.403 hektar. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan ikan untuk satu unit KJA sekitar 50 kg/hari, atau sekitar 4.500 ton per periode pemeliharaan. Dari pakan itu, sekitar 70 persen dimakan ikan dan 30 persen lepas ke danau dan mencemari air. Pakan mengandung 18 persen protein (Nitrogen dan Pospat). Setiap kali panen terjadi peningkatan sedimen sekitar 50 cm.
LIPI Tim Geologi dan Sumber Daya Alam, Universitas Bung Hatta, Universitas Muhammadyah Jakarta, PLN, Bapedalda dan Kementrian Lingkungan Hidup telah menyampaikan beberapa informasi dan rekomendasi untuk dijadikan dasar kebijakan pengelolaan Danau Maninjau. Namun tidak diindahkan.
Hasil laboratorium, kandungan belerang di Danau Maninjau tidak terdeteksi tetapi kandungan amoniak, nitrit, clorida berada diambang batas yang ditetapkan PP No.82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Kematian ikan KJA selain fenomena alam, erat pula kaitannya dengan pakan ikan. Hal ini ditunjukkan dari kandungan amoniak dan nitrit yang berada di atas baku mutu yang terakumulasi di dasar danau akibat jumlah keramba yang melebihi kapasitas daya dukung.
Pakar budi daya perikanan Hafrijal Sandri juga mengatakan kematian ikan KJA Maninjau disebabkan keracunan sisa pakan ikan. Puluhan ton ikan tersebut disebabkan masuknya mikroskopis yang mengambang di permukaan air ke insang ikan di dalam keramba. Mikroskopis tersebut dipicu dari nitrogen dan fosfor dari sisa pakan yang telah banyak menumpuk di dasar danau. Dipicu musim angin dan penghujan yang mengakibatkan ‘booming” mikroskopis masuk ke insang menjadikan ingsang ikan berlendir sehingga membuat ikan sulit bernapas.
Berbagai hasil penelitian telah disampaikan sehubungan dengan kematian massal ikan KJA Danau Maninjau dari sejak lama. Termasuk yang diulas di atas. Kiranya pemerintah Pemprov Sumbar dan Pemkab Agam dan pihak-pihak berwenang lainnya untuk serius dan konsisten melaksanakan hasil penelitian tersebut. Ketegasan diperlukan, demi mengantisipasi kerugian yang lebih besar dari sekedar kematian ikan KJA saja. Saatnya pengaturan bagi keberadaan KJA benar-benar dilaksanakan. Masyarakat juga perlu memiliki pemahaman atas pentingnya upaya penyelamatan Danau Maninjau. Danau ini bukan milik sekelompok orang, tapi aset daerah dan bangsa. ***
08 Februari 2012
Menegakkan Marwah Pers

Hari ini, Kamis 9 Februari 2012, pers Indonesia berulang tahun ke-66. Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini, dipusatkan di Kota Jambi, Provinsi Jambi. Seperti biasanya, peringatan HPN dihadiri Presiden Republik Indonesia (RI). Demikian pula untuk HPN 2012, Presiden SBY direncanakan hadir.
Surat kabar Harian Umum Haluan yang sedang Anda baca ini, telah terbit sejak tahun 1948. Jika dikorelasikan dengan HPN, maka Haluan hanya dua tahun lebih muda dari peringatan HPN. Haluan, termasuk salah satu Koran tertua di Indonesia. Koran lainnya di tanah air yang usianya juga sekitar 60 tahun yang masih eksis sampai kini antara lain Waspada (terbit sejak 1947, di Medan), Kedau¬latan Rakyat ( sejak 1945 di Yogya), Pedo¬man Rakyat (sejak 1949 di Makassar), dan Suara Merdeka (sejak 1950 di Semarang).
Beberapa koran lainnya, seperti Harian Merdeka (Jakarta) dan Surabaya Post (Surabaya) yang juga terbit di masa itu, kini sudah tidak terbit lagi. Surat kabar Haluan terbit pertama kali di Bukittinggi tahun 1948, ketika kota tersebut mempunyai posisi sangat penting selama perjuangan semasa Perang Kemerdekaan (1945-1949).
Pada momentum HPN ke-66 ini, kita tidak akan mengupas lebih mendalam soal sejarah HPN atau sejarah koran-koran yang tercatat dalam sejarah persuratkabaran di Indonesia. Sesuai dengan judul di atas, kita justru akan menyinggung soal penegakkan marwah pers.
Definisi kata-kata marwah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berasal dari kata-kata muruah yang berarti kehormatan diri; harga diri; nama baik. Muncul pertanyaan apakah pers Indonesia memiliki marwah, kehormatan diri; harga diri; nama baik?. Apakah pers butuh marwah? Jawaban atas pertanyaan apakah pers Indonesia memiliki marwah, tentu saja punya. Lalu jawaban atas pertanyaan kedua, juga tegas, bahwa pers butuh marwah.
Tapi kalau pertanyaan di atas kita tujukan ke berbagai pihak, jawabannya akan beragam. Ada yang menilai pers Indonesia masih memiliki marwah, ada yang menjawab marwahnya luntur, telah tergadai, diperjualbelikan, dan bahkan mungkin ada pula yang menyimpulkan pers Indonesia sudah tak bermarwah lagi. Jawaban tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi pers yang ada di sekeliling para penjawab.
Jujur saja, hal itulah yang dialami perusahaan pers dan wartawan sekarang ini. Idealnya, sudah jelas, pers Indonesia mesti memiliki marwah. Marwah pers itu sendiri akan tegak, jika wartawannya profesional dan perusahaan persnya profesional. Untuk menuju wartawan dan perusahaan pers yang profesional maka isi “Piagam Palembang” yang disepakati pada HPN 2010 di Palembang, Sumatera Selatan mesti dilaksanakan. Isi penting dari piagam itu di antaranya; melaksanakan sepenuhnya “Kode Etik Jurnalistik (KEJ)”, “Standar Perusahaan Pers (SPS)”, “Standar Perlindungan Wartawan (SPW)” dan “Standar Kompetensi Wartawan (SKW)”.
Empat hal di atas adalah kunci utama menuju wartawan dan perusahaan pers yang profesional. Kode etik jurnalistik adalah pakem bagi wartawan di dalam menjalankan tugas-tugasnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Begitu juga dengan standar perusahaan pers juga wajib dilaksanakan. Perusahaan pers dan wartawan mesti mematuhi Undang-Undang 40 tahun 1999 tentang Pers. Perusahaan pers mesti menggaji wartawan dengan upah yang layak sesuai dengan ketentuan berlaku, sehingga wartawannya bisa menjalankan tugas dan kewajiban secara profesional.
Standar perlindungan wartawan juga menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan pers melaksanakannya. Seorang reporter tidak bertanggung jawab secara langsung atas dampak berita yang ditulisnya setelah terbit. Termasuk ketika berhadapan dengan penegak hukum. Yang bertanggung jawab langsung adalah pemimpin media yang bersangkutan. Standar Kompetensi Wartawan (SKW) juga mutlak dilaksanakan demi menegakkan marwah pers. Berdasarkan ekspos website Dewan Pers (dewanpers.or.id), saat ini sudah 1.523 wartawan yang lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW). SKW terdiri dari tingkat muda, madya dan utama. Dengan adanya SKW ini, nantinya wartawan yang tabiatnya sering dikeluhkan akan tersaring sendiri.
Berbicara tentang penegakkan marwah pers, tidak bisa dilepaskan dengan kondisi hubungan antarperusahaan pers. Dalam eksistentsinya, lumrah terjadi persaingan antarperusahaan pers yang satu dengan yang lainnya, baik dalam urusan bisnis maupun dalam menurunkan berita. Namun, persaingan itu tentu dalam kerangka kompetisi sehat. Bukan saling membunuh. Kehadiran kelompok perusahaan pers yang besar jangan membawa misi memberangus perusahaan pers yang kecil. Praktik yang terjadi sekarang ini justru seperti itu.
Kehadiran kelompok perusahaan pers besar di daerah-daerah justru memberangus perusahaan pers yang telah ada di daerah terkait. Itu sangat kentara dengan program-program yang dilaksanakan media-media dari kelompok besar tersebut. Melalui ‘jurus-jurus membunuh’ yang diterapkan perusahaan pers kelompok besar itu, perusahaan pers yang telah lebih dahulu ada di daerah menjadi susah bernafas, bahkan tak sedikit yang mati. Jika demikian, tentu keinginan untuk membangun pers bermarwah akan semakin sulit diwujudkan. Ketika pers Indonesia dikuasai oleh dua, tiga atau empat kelompok perusahaan pers saja, maka pers akan kehilangan marwah. ***
15 Juli 2011
Dipantang...

Dipantang...
Bukan setan
Tak malaikat
Jin pun mungkin tidak
Tapi dia telah menguasa
Alam sadar mengipas
Mengusir angin sepoi nan sejuk
Memunggungi mata air
Dipantang menoleh merekah
Tapak digiring ke cadas-cadas
Menetes ronak merah
Cabik terkelupas
Ngiang nyanyian pun tak boleh tersayup
Tungkai-tungkai tetap menapak
Nun pesanggrahan bak fatamorgana
Terus menuntun melewati karang runcing
Mungkinkah Sang Khaliq...
Yon E.... 15-07-11
Ketetapan

Ketetapan
Sayup-sayup dibenakku
Bayang itu menggiring
Menikam jejak
Saat dua indra ini menusukmu
Pada sela desiran ombak
Asaku membahana
Mengungkap apa di balik mega jingga
Di situkah rakit
Bongkahan itu tetap bisu
Usai berkuah garam
Ku datang lagi menyilau mega jingga
Tak berubah semua malu
Hanya desiran ombak
Membelai asa
Berlalu
Ini kah di balik mega jingga
Membentang panjang
Menyelinap hingga ke ufuk
Di situkah
Ilalang hanya melambai dielus sepoi
Ini adalah ketetapan
Onak kerikil adalah alam
Semoga setia menerjang
Tak berputih mata
YE..Batam 15-07-11
15 Juni 2011
Bayi Kembar Empat Asal Padang Lahir Selamat

Paramitha Harsary (25) berhasil melahirkan bayi kembar empat, dua laki-laki dan dua perempuan di Siloam Hospital, Karawaci Kabupaten Tangerang, Banten. "Alhamdulillah, keempat anak saya lahir dalam kondisi selamat tanpa adanya cacat sedikitpun," kata Paramitha Harsary ditemui di Siloam Hospital Karawaci, Rabu (15/6).
Keempat bayi kembar tersebut yakni Najma Khalisha Alpharabi dengan berat 2,28 Kg, Najma Khalila Alpharabi dengan berat 2,05 Kg, Muhammad Khalif Alpharabi dengan berat 2,55 Kg; dan Muhammad Khairan Alpharabi dengan berat 2,6 Kg.
Dikatakan Paramitha, dirinya sempat merasa takut saat mengetahui bila mengandung bayi kembar empat karena khawatir salah satu anaknya nanti akan mengalami cacat atau meninggal saat proses kelahiran.
"Setelah mendapat rujukan dari keluarga, akhirnya saya tetapkan untuk melahirkan di Siloam Hospital dan mendapatkan anak yang sehat setelah lahir," kata Paramitha, warga Jalan Dalima Raya, Komplek Belimbing, Kelurahan Kuranji, Padang.
Dokter spesialis kandungan Siloam Hospital, dr Budijanto mengatakan, pasien datang pada tanggal 10 Maret dengan usia kandungan saat itu 22 minggu dengan kondisi sedang mengandung bayi kembar empat. Kemudian, saat memasuki usia kandungan minggu ke-24, pasien terpaksa harus melakukan perawatan karena kondisinya yang sudah merasakan sakit.
Memasuki usia kandungan 32 minggu atau delapan bulan, tepatnya tanggal 13 Mei, pasien melahirkan keempat bayi dengan bantuan empat dokter kandungan.
"Keempat bayi lahir dalam waktu tiga menit dengan proses prematur dan berat bayi untuk jenis kelamin laki-laki 1,4 Kg dan jenis kelamin perempuan dengan berat 1,6 Kg," katanya menjelaskan.
Peristiwa bayi kembar dua atau lebih (multiple pregnancy) terjadi karena beberapa hal diantaranya satu sel sperma membuahi satu sel telur, dua sel sperma membuahi dua sel telur dan empat sel sperma membuahi empat sel telur.
"Secara garis keterunan, pasien memang memiliki garus keturunan keluarga yang memiliki riwayat melahirkan kembar namun tidak sebanyak ini," kata dr. Andreas Liando, dokter kandungan yang menangi pasien.
Peristiwa kelahiran bayi kembar empat terjadi hanya skala 1 banding 750 ribu pasien, terutama untuk kesempatan hidup bagi bayi8 kembar yang lahir lebih dari dua.
Mengenai kondisi bayi ke depannya, dr Andreas menambahkan, bila keempat bayi diperkirakan akan baik. Karena, pasien melahirkan saat usia kandungan 32 minggu. "Bila pasien melahirkan dalam usia kandungan dibawah 24 minggu, maka kondisi bayi biasanya tidak baik. Tetapi, untuk keempat bayi ini, akan membaik," katanya.
Rencananya, keempat bayi pasangan Roby Kurniawan dan Paramitha Harsary akan pulang ke kediamannya di Padang dalam waktu dua hari ke depan. "Bayi sudah boleh dibawa pulang karena kondisinya sehat," katanya.
Paramitha Harsary (25), mengaku sangat bahagia dengan kelahiran bayi kembarnya. "Ini anugerah Tuhan yang harus disyukuri. Keluarga saya memiliki garis keturunan bayi kembar. Tapi tidak sebanyak ini," terangnya. (ant/rol/oke)
14 Juni 2011
2.25O Ton Gula Bikin Kebakaran Jenggot
Keterangan yang diberikan Manager Operasional PT Persero Batam, Budi Susanto tentang impor gula ke Batam yang melebihi kuota bikin heboh. Beberapa pihak langsung seperti orang kebakaran jenggot ketika keterangan yang disampaikan Budi Santoso diterbitkan media massa terbitan Batam.
Gula yang diimpor dari Thailand untuk memenuhi kebutuhan gula di Kepri melampaui kuota hingga 2.250 ton. Kuota yang ditetapkan Kementerian Perdagangan cuma 9.000 ton, tapi hingga kini enam importir yang ditunjuk Badan Pengusahaan FTZ (BP) Batam ternyata memasukkan 11.250 ton gula.
Kelebihan kuota tersebut terungkap saat Komisi II DPRD Kota Batam bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang PT Persero Batam di Pelabuhan Batuampar, Kamis (9/6).
Menurut data yang diberikan Manager Operasional PT Persero Batam, Budi Susanto, angka 11.250 ton tersebut terdiri dari 2.950 ton sudah berada di gudang Persero, 2.800 ton masih di kapal dan belum dibongkar, dan ada dua shif lagi yang masing-masingnya sebanyak 2.950 ton dan 2.550 ton sehingga total semuanya menjadi 11.250 ton.
BP Batam sebelumnya menunjuk enam importir untuk memasukkan 9.000 ton gula sesuai kuota yang ditetapkan Kementerian Perdagangan. Keenam importir itu adalah PT Pro Kepri Berjaya, PT Sahabat Karya Mandiri, PT Trimaco Sukses, PT Putra Kepri Mandiri, PT Pembangunan Kepri dan PT Batam Harta Mandiri.
Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Yudi Kurnain menyayangkan tindakan importir mendatangkan gula melebihi kuota yang telah ditetapkan. Ia menilai importir telah menyalahgunakan kebijakan Kementerian Perdagangan mengizinkan impor yang dimaksudkan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga gula di Kepri.
Solusi atas kelebihan kuota itu, menurut Kepala Disperindag dan ESDM Kota Batam Ahmad Hijazi bisa dilakukan reekspor ataupun meminta kebijakan baru dari Menteri Perdagangan. Plh Direktur Investasi, Marketing dan Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho menyerahkan penyelesaian kelebihan kuota ini kepada Menteri Perdagangan. Soal kemungkinan gula itu direekspor, tergantung kebijakan Kementerian Perdagangan.
Tapi apa lacur, satu hari berselang, keterangan Manager Opersional PT Persero Batam, Budi Susanto langsung dibantah habis-habisan oleh BP Batam.Informasi yang dihimpun Haluan Kepri, begitu berita kelebihan kuota impor gula berlebih terbit, para petinggi BP Batam panik alang-kepalang. Rapat kilat pun langsung digelar.
BP Batam membantah gula yang diimpor dari Thailand melampaui kuota hingga 2.250 ton. Berdasarkan data manifes yang diterima BP Batam dari Bea dan Cukai (BC), gula impor yang sudah dimasukkan ke Batam justeru masih kurang dari kuota sebesar 9.000 ton yang ditetapkan Menteri Perdagangan atau baru 8.975 ton. Hal ini disampaikan Direktur Investasi, Pemasaran dan Humas BP Batam Rustam Hutapea, Jumat (10/6). BP Batam, kata Rustam tidak tahu dari mana datangnya angka 11.250 ton itu.
Pada Selasa (14/6) kemarin giliran Bea Cukai (BC) Batam menggelar konfrensi pers tentang data impor gula. Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) BC Batam Susila Brata menyatakan Total gula impor masuk ke Batam melalui pelabuhan batu ampar sebanyak 8.975 ton. Menurutnya dari data impor gula yang ada di BC jumlah gula yang telah masuk 8.975 ton. Artinya masih kurang, tidak melebihi kuota.
Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Yudi Kurnain yang turut hadir dalam petemuan tersebut mewakili komisi II DPRD Kota Batam mengatakan, setelah mengumpulkan data-data, baik melalui RDP, sidak, informasi impor gula berlebih tersebut telah selesai.
Pihak mana yang benar atas persoalan gula ini, tentu perlu dibuktikan secara mendalam. Apalagi PT Persero Batam belum ada mengklarifikasi keterangannya tentang kelebihan kuota impor gula tersebut. Jika benar ada permainan dalam impor gula, maka ini bukanlah kejahatan yang sederhana. Tak berlebihan jika dikategorikan hal ini sebagai kejahatan besar kolaborasi antara oknum-oknum regulator dengan para pengusaha dan penegak hukum.
Jangan menari-nari di atas penderitaan masyarakat dan jangan pura-pura membantu masyarakat dengan mengimpor gula, padahal subtansinya ingin mengeruk keuntungan besar dari penderitaan rakyat. Meski ribuan ton gula telah diimpor, namun sejauh ini harga gula masih Rp10.000 per kg. Seharusnya sudah pada angka Rp8.000-an. Para pemain gula juga perlu mempertimbangkan nasib para petani tebu di tanah air. ERZ
23 Mei 2011
Hemat Pulsa

Wajah Konti menyerengit dijilat panas terik matahari. Sudah tujuh kali ia memutari Perumahan Genta, tapi alamat rekannya tak kunjung bersua. Ia pun kembali menjejal tiap-tiap blok yang ada di perumahan itu dengan sepeda motor keluaran 2007 milik saudaranya. Tapi, lagi-lagi Konti gagal. Alamat rumah yang di-SMS-kan rekannya belum juga berjumpa.
"Alamatnya, Perumahan Genta Blok F1 No 13, cat rumah warna hijau. Alamat sudah jumpa, cat rumahnya pun hijau, tapi tak ada yang mengenal Udin. Apa Udin salah kasih alamatnya ke gue ya," gumam Konti saat berteduh di bawah pohon jambu dekat pos kamling.
Konti merasa bingung telah delapan kali putar-putar di Perumahan Genta mencari alamat Udin, tapi tidak juga berjumpa. Warga yang ditanyainya pun telah 17 orang. Tapi sayang tak ada warga genta yang mengenal Udin. Meski begitu, Konti tetap yakin Udin memang tinggal di perumahan ini. Karena di kecamatan ini memang hanya satu Perumahan Genta.
Konti pun melirik ke jam dinding di tembok depan siskamling. Pukul 14.15 WIB. "Sudah satu setengah jam mutar-mutar belum juga bertemu. Gimana nih," gumam Konti lagi sembari menghirup teh melati kotak di genggamannya. Ia pun melepas helm di kepalanya dan mengelap keringat didahi dan leher. Maklum suhu di kota industri ini mencapai 34 derajat celcius sejak beberapa hari terakhir.
Setelah pikir-pikir untuk kembali ke rumah saudaranya dan menunda usahanya mencari alamat rumah Udin, tiba-tiba dibenaknya kembali muncul ide untuk kembali menelusuri blok demi blok Perumahan Genta. Kalau nanti tetap juga tak berjumpa, ia pun ingin bertanya ke sekuriti perumahan itu. Tak pikir panjang lagi, Konti pun menstarter sepeda motornya. Satu kali, dua kali ia mutar-mutar di Blok F, tapi tetap saja tak ada Udin.
Dua sekuriti dan satu warga lainnya telah ia tanya lagi, namun tetap juga tak ada yang mengenal Udin. Telah 10 kali Konti menelusuri blok-blok di Perumahan Genta dan sudah 20 orang yang dia tanya. Namun lagi-lagi hasilnya nihil. Ada yang bernama Udin, tapi telah kakek-kakek. Ada juga yang bernama Udin, tapi telah meninggal sejak setahun yang lalu. Konti semakin bingung.
Mungkin ilham yang datang ke Konti. Kali ini Konti tak mau lagi mutar-mutar atau bertanya ke warga. Ia mengambil ponsel buatan Cina di saku celananya. Dia pencet nomor HP Udin 08137269***. Hanya pada nada panggil kedua, suara Udin pun langsung terdengar oleh Konti. "Eh.. Konti sudah di mana, jadi mampir ke rumah sayakan?" tanya Udin.
"Ya, saya sudah di Perum Genta. Eh rumah ente Blok F1 Nomor 13 kan?" kata Konti. "Bukan, di Blok E1 Nomor 13," jawab Udin ringan sembari minta maaf, mungkin salah ketik karena key pad HP-nya memang rusak sejak dua hari lalu.
Konti merasa kesal dengan Udin, tapi ia tak buru-buru meluapkan kekesalan itu begitu berjumpa dengan Udin. Konti intropeksi diri, dan perlahan sadar sebetulnya ia tak perlu mutar-mutar Perum Genta sampai 10 kali dan bertanya ke warga hingga 20 orang warga.
Karena ada cara yang simpel, cukup hubungi nomor HP Udin, sekejap bisa langsung jumpa. Apalagi ternyata di lingkungan itu panggilan Udin ternyata Alex. Syafrudin Alex begitu nama lengkap Udin seperti tertera di STTB. Mungkin dianggap lebih simpel dan keren, warga sekitar memanggil teman Konti itu dengan sebutan Alex. Tak ada satupun warga yang mengenal rekan Konti itu dengan nama Udin. **
05 April 2011
HM Sani Masuk Bursa Calon Ketua DPD Demokrat Kepri
BATAM-Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Provinsi Kepri akan dilaksanakan pertengahan bulan April ini. Lima nama masuk dalam bursa calon Ketua DPD PD Kepri yang akan diperebutkan dalam Musda tersebut.
Mereka adalah Saptono Mustaqim (Ketua DPD PD Kepri yang tengah menjabat), HM Sani (Gubernur Kepri), Drs H Ahmad Dahlan (Ketua DPC PD Batam/Walikota Batam), Apri Sujadi (Ketua DPC PD Bintan/Wakil Ketua DPRD Bintan) dan Ketua BP3KR Huzrin Hood.
"Musda rencananya akan digelar 16 April 2011. Sekarang Ketua DPD (Demokrat Kepri) Pak Saptono sedang berada di Jakarta terkait dengan persiapan pelaksanaan Musda ini," kata Sekretaris DPC PD Batam H Surya Sardi SH yang juga Ketua DPRD Kota Batam, Senin (4/4) di DPRD Kota Batam.
Surya memperkirakan dinamika Musda DPD PD Kepri bakal tinggi, menyusul mencuatnya nama-nama orang berpengaruh di Kepri yang akan ikut bertarung di musda partai yang didirikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ini. Dari lima nama calon yang digadang-gadangkan masing-masing memiliki keunggulan tersendiri.
Saptono Mustaqim unggul pengalaman, karena telah tiga tahun memimpin DPD PD Kepri dan malang melintang di berbagai partai politik. Ia memiliki dukungan kuat dari beberapa DPC PD di Kepri, termasuk dari DPP PD. Ahmad Dahlan tengah on fire, karena baru saja memenangkan Pilwako Batam 2011. Kesuksesan Dahlan memenangi Pilwako Batam bakal menjadi poin khusus bagi Dahlan untuk bisa memenangkan Musda PD Kepri.
Sementara HM Sani dikabarkan masuk bursa Musda PD Kepri karena mendapat tawaran dari DPP PD. Jabatan HM Sani sebagai Gubernur Kepri akan menjadi posisi tawar yang luar biasa di dalam Musda PD. Sedangkan Apri Sujadi disebut-sebut memiliki dukungan yang kuat dari beberapa DPC PD di Kepri dan DPP PD. Apri juga dianggap sebagai suksesor Anas Urbaninrum saat memenangkan Munas PD 2010 lalu, sehingga Anas terpilih menjadi Ketua Umum PD menyisihkan Andi Malarangeng dan Marzuki Alie.
Nama terakhir, Huzrin Hood bisa menjadi kuda hitam di dalam Musda PD Kepri. Huzrin adalah tokoh central yang memperjuangkan terbentuknya Kepri. Namanya sangat disegani dan diperhitungkan oleh semua partai politik. Bahkan kesuksesan pasangan HM Sani-HM Soerya Respatino di Pilgub Kepri 2010 tidak terlepas dari dukungan Huzrin Hood. Adik Huzrin Hood, Hoesnizar Hood yang menjabat sebagai Ketua DPC PD Tanjungpinang juga bisa melempangkan langkah Huzrin di dalam Musda nantinya.
Ketua DPD PD Kepri H Saptono Mustaqim saat dihubungi via telepon mengaku tengah berada di Jakarta untuk mengkonsultasikan persiapan Musda dengan DPP PD. Menurut Saptono jadwal penyelenggaraan Musda belum bisa dipastikan. Namun secara garis besar Musda akan digelar di dalam bulan April 2011. Tentang munculnya sejumlah nama calon Ketua DPD PD Kepri menyusul semakin dekatnya waktu pelaksanaan Musda, Saptono tidak membantahnya. Hanya saja untuk nama Gubernur Kepri HM Sani yang disebut-subut juga akan ikut bertarung dalam Musda PD Kepri, Saptono mengaku baru kali ini mendengarnya.
"Soal banyaknya nama-nama yang muncul ya tak masalah. Justru itu lebih baik. Tapi untuk nama Pak HM Sani, saya belum tahu. Saya baru dengar informasi ini," kata Saptono menandaskan. erz
04 April 2011
Wanita Cantik

Baru-baru ini saya membaca artikel yang dimuat di sebuah situs internet, tentang keberadaan seorang wanita cantik dapat berbahaya untuk kesehatan pria.
Disebutkan, hanya lima menit pria berdekatan dengan seorang perempuan cantik dan menarik akan meningkatkan kadar kortisol alias hormon pemicu stres. Jika kadar kortisol tinggi akan memperburuk kondisi kesehatan pria karena ancaman penyakit jantung, diabetes, hipertensi dan impotensi.
Penelitian itu ditemukan oleh ilmuwan dari University of Valencia. Peningkatan kadar kortisol akan semakin tinggi jika wanita cantik yang ditemui belum dikenal atau asing.
Jika si pria gagal melakukan pendekatan, risiko terburuk yang mungkin dihadapi karena meningkatnya kortisol secara cepat adalah stroke dan serangan jantung. Koran Inggris, The Mail edisi Senin (5/3) menyebut efek tersebut hampir setara dengan melompat dari atas pesawat.
Nah, berkaitan dengan wanita cantik, pekan ini publik dihebohkan dengan tertangkapnya dua pelaku kejahatan berparas cantik. Adalah, Selly Yustiawati 'sang penipu ulung' ditangkap aparat Polsek Denpasar Selatan di Hotel Amaris, Seminyak, Kuta, Bali, Sabtu (26/3). Kemudian, Melinda Dee, pelaku penggelapan uang nasabah Citibank senilai Rp 17 miliar, dibekuk oleh Direktorat II Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri, Kamis (24/3).
Apa kaitanya dengan hasil penelitian ilmuwan Universitas of Valencia ? Ternyata kencantikan wanita tidak saja membuat pria 'klenger' tetapi juga bisa menjadi pelumas untuk memuluskan tujuan jahat.
Seperti yang dilakukan Selly dan Melinda yang sehari-hari berpenampilan sensual, berbau harum dan selalu mengumbar senyum manis saat berinteraksi. Namun di balik penampilan wanita cosmopolitan itu, keduanya ternyata pelaku kejahatan white collar (kerah putih) yang dalam melakukan aksinya lebih banyak membutuhkan akal daripada otot.
Selly misalnya, dengan penampilan bak wanita pekerja profesional yang bekerja di sebuah perusahaan yang mapan, mampu meyakinkan para calon korbannya sehingga dengan gampang Selly meraub uang ratusan juta.
Begitu juga Melinda yang terkesan sebagai wanita profesional yang sudah matang dan menduduki posisi penting di perusahaan. Ditambah, pengalaman sebagai karyawan senior di bank internasional, Citibank, wanita 46 tahun ini dengan mudah melakukan pengaburan transaksi terhadap beberapa slip transfer penarikan dana pada rekening nasabah, pemindahan sejumlah dana milik nasabah tanpa seizin nasabah ke beberapa rekening yang dikuasainya.
"Wanita cantik memang sakti", seloroh seorang teman menanggapi kasus yang kini menjadi buah bibir masyarakat.
Masih ingat dengan kasus mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Antasari Azhar. Di awal kiprahnya, KPK begitu garang dan sukses menangkap sejumlah koruptor kelas kakap. Namun, tiba-tiba keperkasaan seorang Antasari menjadi lemah hanya gara-gara caddy cantik bernama Rani Juliani. Banyak lagi kasus serupa yang membuat laki-laki bertekuk lutut oleh pesona wanita-wanita cantik.
Memang tidak etis untuk mengeneralisir semua wanita cantik berhati jahat. Namun tidak salahnya berhat-hati sebelum menjadi korban, terlebih jika dikenal lewat jejaring sosial. Kalau tidak ingin apes seperti Muhammad Umar (32), warga Bekasi, yang telah enam bulan menikahi seorang 'gadis' cantik bernama Fransisca Anastasya (19), namun belakangan diketahui ternyata seorang laki-laki. (By. Johni F)
01 April 2011
3 TERDAKWA 2 KASUS KORUPSI DI BATAM 'BERLEHA-LEHA'

BATAM-Diduga ada aroma tidak beres pada penanganan dua kasus korupsi yang kini tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Batam. Pelaku, sejak berstatus tersangka hingga terdakwa tidak pernah ditahan oleh Kejaksaan Negeri Batam. Selain tersangka tidak ditahan, waktu pelaksanaan sidang dua kasus ini pun tak pasti. Sering sore, malam bahkan tak jarang ditunda karena berbagai alasan.
Dua kasus dugaan korupsi yang diduga proses hukumnya bermasalah tersebut adalah; pertama kasus dugaan korupsi pengadaan mobil dinas di jajaran Pemko Batam tahun anggaran 2005-2006 dengan terdakwa Raja Hamzah dan Abu Hanifah. Kasus ini mencuat pada tahun 2005, saat Pemko Batam melakukan pengadaan 20 unit mobil dinas. Selanjutnya pada 2006, Pemko Batam kembali mengadakan sebanyak 16 unit mobil dinas, diantaranya jenis Toyota New Camry, Toyota Innova dan Toyota Avanza.
Raja Hamzah dan Abu Hanifah adalah dua pejabat Pemko Batam yang pada tahun 2005-2006 dipercaya sebagai ketua panitia lelang dan kuasa pengguna anggaran pengadaan mobil dinas Pemko Batam. Saat ini Raja Hamzah masih bertugas di Pemko Batam, sedangkan Abu Hanifah yang merupakan mantan Kabag Aset dan Perlengkapan Pemko Batam kini menjabat sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemerintah Kabupaten Anambas.
Kasus dugaan korupsi kedua yang diduga bermasalah proses penegakan hukumnya adalah kasus penggelapan dana airport tax Bandara Hang Nadim Batam. Tersangka kasus dugaan korupsi ini adalah Hasrul bin Hamdaniar. Akibat penggelapan dana airport tax ini, negara dirugikan Rp384.957.000.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Antoni Setyawan menyatakan perbuatan terdakwa telah melawan hukum dan dinilai memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
JPU menyatakan, selaku PNS terdakwa merupakan pejabat yang ditunjuk dari Otorita Batam (OB) untuk menerima seluruh uang hasil pungutan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) tiap harinya. Uang tersebut kemudian diserahkan ke kas OB melalui rekening bank mandiri 109-0094000023.
Selama tahun 2004 dan 2007, uang penerimaan yang berhasil dikumpulkan oleh terdakwa berjumlah sebesar Rp384.957.000. Tapi, ternyata uang tersebut tidak disetorkan langsung ke nomor rekening dimaksud, tetapi tanpa persetujuan Menteri Keuangan, uang pungutan tarif digunakan untuk kepentingan pribadi yang diserahkan dengan 11 kali penyerahan dengan nama berbeda.
Meski ketiga tersangka kasus korupsi tersebut kini telah berstatus sebagai terdakwa, tapi sama sekali belum pernah ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam. Berbagai alasan disampaikan pihak Kejari Batam. Mulai dari tersangka telah mengembalikan uang kerugian negara, tersangka tidak akan melarikan diri dan lain sebagainya.
Padahal dalam proses hukum kasus korupsi umumnya, baik di Jakarta dan di daerah-daerah lainnya, jika kasus korupsi tersebut telah diproses di Kejaksaan dan Pengadilan, tersangka pasti langsung ditahan. Siapa tersangkanya, apakah anggota DPR, Gubernur, Walikota, Bupati Dirut, mantan menteri dan lainnya tidak ada alasan pengecualian.
Besan Presiden SBY, Aulia Pohan saja begitu kasus korupsi di Bank Indonesia yang disangkakan kepadanya masuk proses hukum di KPK dan Tipikor, yang bersangkutan langsung ditahan. Begitu juga dengan mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji, ketika kasus korupsi yang disangkakan kepadanya masuk proses hukum, yang bersangkutan langsung ditahan.
Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Ade Edy Adhyaksa ketika dikonfirmasi, Jumat (25/3) di sela-sela hendak menjalankan shalat Jumat menyebutkan kedua kasus tersebut telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Batam.
Tersangka kasus airport tax yakni Hasrul Cs sejak Kajari Batam dipimpin Tatang Sutarna juga tidak ditahan. Ketika itu Tatang beralasan pihaknya tidak menahan para tersangka kasus airport tax menyusul sebelum kasus tersebut ditangani oleh Kejaksaan sudah dikembalikan para tersangka.
Sementara itu Kasus Pengadaan Mobil Dinas Pemko Batam sejak ditangani Kajari Batam Tatang Sutarna juga tidak ditahan hingga kasus tersebut diproses lebih lanjut dan dilimpahkan Kajari Batam Ade Adhyaksa kepada Pengadilan Negeri. "Tanyakan saja ke Pengadilan Negeri Batam kenapa tidak ditahan. Kita sudah limpahkan ke pengadilan jadi tanyakan aja ke sana," ujar Ade sembari memasuki mobil.
Jawaban yang disampaikan Ade cuma sekenanya saja, dan terkesan mempimpong tanggungjawab penanganan kasus ini kepada Kajari Batam yang lama, Tatang Sutarna. Seolah-olah yang memiliki kewenangan melakukan penahanan adalah Pengadilan, padahal adalah Kejaksaan.
Untuk kasus dugaan korupsi pengadaan mobil dinas, mengapa kedua tersangkanya tidak ditahan pihak kejaksaan juga mempimpong bola panas ke pihak kepolisian. Pihak kejaksaan menyatakan, karena polisi tidak menahan maka kejaksaan juga tidak melakukan penahanan. Kasus ini awal mulanya memang ditangani oleh Polda Kepri. "Adat istiadat atau tata kramanya memang begitu. Kalau polisi tak menahan, kami juga tak melakukan penahanan. Sebab kalau kami tahan nanti dipikir kami merecoki dan dipikir macam-macam," kata salah seorang petinggi Kejaksaan di Kepri. (nic/erz)
28 Februari 2011
Dahlan-Rudi Dilantik Hari Ini Sebagai Walikota/Wakil Walikota Batam 'Periode Ini Lebih Enjoy'

BATAM-Duet Drs H Ahmad Dahlan MH dan H Rudi SE MM akan dilantik Selasa (1/3) pagi ini sebagai Walikota dan Wakil Walikota Batam periode 2011-2016 oleh oleh Gubernur Kepri HM Sani atas nama Menteri Dalam Negeri. Bagi Dahlan, ini adalah periode kedua. Periode sebelumnya Dahlan berpasangan dengan Ir H Ria Saptarika. Sedangkan bagi Rudi, ini adalah periode perdana.
Bagaimana perasaan dan kesiapan Dahlan sebelum dilantik untuk periode kedua serta apa fokus targetnya lima tahun ke depan? Tentang hal ini, sehari sebelum pelantikan kepada sejumlah wartawan Dahlan bicara blak-blakan. Namun untuk hal-hal yang sangat sensitif, Dahlan meminta 'off the record'.
Menurut Dahlan, untuk periode kedua ini ia lebih plong dan akan menjalani masa lima tahun ini dengan 'enjoy'. Namun tentu saja dengan program dan pencapaian target-target yang jelas. "Saya akan menjalani periode kedua ini dengan lebih enjoy," kata Dahlan.
Enjoy yang dimaksudkan politisi kelahiran Batubesar, Nongsa, Batam ini adalah karena ia telah memiliki pengalaman selama lima tahun (2006-2011) sehingga tidak lagi meraba-raba. Ia telah paham bagaimana menghadapi masyarakat, mengetahui watak bawahan, bahkan watak anggota dewan sekalipun. Selama periode pertama, ia juga telah banyak menghadapi persoalan, termasuk yang berat sekalipun. Ia bersyukur dapat menyelesaikan persoalan itu dengan baik.
Sedangkan untuk program dan fokus targetnya lima tahun ke depan adalah pengembangan investasi. Pada periode sebelumnya, Dahlan lebih konsentrasi kepada penyiapan infrastruktur. Karena fokus bagi pengembangan investasi, maka pencabutan status quo lahan di Pulau Rempang dan Pulang Galang (Relang) menjadi prioritas. Saat ini banyak investor tertarik berinvestasi di Batam, namun lahan sangat terbatas, bahkan habis.
"Pencabutan status quo lahan di Rempang dan Galang adalah prioritas. Beberapa tahun belakangan karena persoalan lahan Relang belum juga selesai, maka terpaksa investor melirik dan dialihkan ke pulau-pulau lain. Seperti Pulau Janda Berhias dan Pulau Kepala Jerry di Kecamatan Belakangpadang yang diminati oleh investor Timur Tengah. Alhamdulillah Pulau Janda Berhias dan Pulau Kepala Jerry telah masuk ke dalam kawasan FTZ (Free Trade Zone) Batam," sebut Dahlan.
Target lainnya yang ingin diwujudkan alumni IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini adalah merealisasikan permintaan khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Permintaan Presiden itu adalah meningkatkan pertumbuhan perekonomian Batam dari tahun 2010 sekitar 7,2 persen menjadi 10 persen. Ketua DPC Partai Demokrat Kota Batam ini mengaku terpacu dan tertantang dengan permintaan Dewan Pembina DPP Partai Demokrat tersebut. Sebab, bila target itu tercapai yang akan merasakan manfaatnya adalah seluruh masyarakat Kota Batam.
"Presiden langsung meminta kepada saya, agar berusaha maksimal untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian Batam menjadi 10 persen. Saya tertantang untuk mencapai itu. Minimal di tahun akhir masa jabatan saya periode kedua ini, target 10 persen tersebut tercapai. Kalau bisa lebih cepat, tentu lebih baik," kata bapak tiga anak ini.
Target menantang yang diberikan oleh SBY, menurut Dahlan juga sejalan dengan fokus target yang sebelumnya telah ia tetapkan, yakni pengembangan investasi di Kota Batam. Untuk pencapaian target tersebut salah satu program yang juga akan serius dikelola Dahlan adalah pembenahan pada Balai Latihan Kerja Daerah (BLKD). Keberadaan BLKD tersebut diharapkan mampu mencetak tenaga-tenaga kerja yang memiliki skill, sesuai dengan kebutuhan dunia industri di Kota Batam.
Ditanya tentang tips Dahlan menjaga harmonisasi dengan pasangannya, Wakil Walikota Batam H Rudi SE MM, mantan Kepala Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri ini mangaku tak punya tips khusus. Hanya saja, dia akan berjalan pada rel atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Kalau soal tips khusus, tidak ada. Yang jelas saya menganggap wakil walikota adalah partner di dalam menjalankan tugas yang diatur oleh peraturan perundang-undangan," kata Dahlan.
Dahlan sendiri yakin, ia dan wakilnya Rudi akan bisa berjalan harmonis memimpin Batam untuk lima tahun ke depan. Apalagi Dahlan telah mengenal Rudi sejak lama. Bahkan Dahlan mengenal Rudi jauh lebih lama dibanding mengenal pasangannya terdahulu, Ria Saptarika.
"Kalau dengan Pak Ria, saya kenalnya waktu saya menjadi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri. Sedangkan dengan Pak Rudi saat saya masih bekerja di Otorita Batam. Tahun 1990-anlah. Jadi saya mengenal Pak Rudi sudah sangat lama. Saya juga akan memberikan kesempatan kepada Pak Rudi, tidak membatas-batasi," kata Dahlan.
Mengenai pelantikan besok (hari ini) apakah ada perasaan khusus? Suami Mariana Dahlan ini mengaku biasa-biasa saja. Apalagi sebelumnya ia juga tak berniat lagi mencalonkan untuk periode kedua. Bahkan dulu sempat telah ada kesepakatan antara Dahlan, istri dan anak-anaknya, agar mantan Kepala Biro Kepegawaian Otorita Batam itu istirahat dari kegiatan politik pasca berakhirnya periode jabatan Walikota Batam 2006-2011.
"Saya, istri dan anak-anak sempat berpikir untuk menikmati masa tua. Tapi karena derasnya permintaan berbagai pihak dan banyak program pembangunan yang belum tuntas akhirnya saya putuskan untuk mencalonkan kembali. Langkah ini akhirnya didukung anak-anak dan istri. Untuk hal ini saya pun sempat berdoa, meminta petunjuk kepada Allah SWT di Mekkah saat umrah. Hasilnya, ya seperti sekarang," ujar Dahlan.
Rudi Akan Belajar Dulu
Terpisah, Rudi mengatakan hal pertama yang akan dilakukannya setelah dilantik sebagai Wakil Walikota Batam adalah mempelajari psikologi jajaran pejabat dan pegawai Pemko Batam. "Pertama yang akan saya lakukan adalah mempelajari psikologi yang dimiliki oleh jajaran Pemerintah Kota Batam. Karena dunia legislatif, sangat berbeda jauh dengan pemerintahan. Kalau di Dewan, seluruh anggota Dewan itu adalah sama. Tapi di pemerintahan tentunya berbeda. Maka itulah yang akan saya pelajari nanti," kata suami Hj Marlin Agustina ini, Senin (28/2).
Ditanya mengenai program kerjanya ke depan, Rudi enggan membeberkan lebih jauh. "Terpenting sekarang adalah disiplin waktu dan disiplin kerja. Karena waktu terus berjalan bak air mengalir. Jadi soal apa yang akan saya lakukan, nanti toh masyarakat akan menikmatinya. Yang jelas, saya siap mengabdikan diri kepada masyarakat sampai titik darah terakhir," tegas Rudi.
Rudi memulai karir politiknya dengan bergabung dengan PKB setelah pensiun dini sebagai anggota Polri. Pada Pemilu 2009, Rudi terpilih sebagai anggota DPRD Kota Batam. Selain terjun ke politik, Ketua DPC PKB Kota Batam ini juga menggeluti dunia bisnis. Ia antara lain menjadi Direktur PT Scuderia Motor Sport dan Komisaris PT Europe Technologi Service Centre.
Ayah empat anak ini juga memimpin sejumlah organisasi, seperti Ketua Umum DPP KKBM Kepri, Ketua Dewan IPIM Kota Batam, Wakil Ketua Dewan Masjid Kota Batam, penasehat BMG Kota Batam, serta Sekretaris DPD Gabpeknas Provinsi Kepri.
Dihadiri Sejumlah Tokoh
Pelantikan Dahlan-Rudi akan dihadiri sejumlah tokoh politik nasional. Di antaranya Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum, Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina PD Marzuki Alie, Ketua Umum PKB yang juga Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, dan fungsionaris PD yang juga Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan, Menteri Percepatan Daerah Tertinggal yang juga fungsionaris PKB Helmi Faisal Zaini, serta petinggi PD dan PKB lainnya. Dalam Pilwako Batam 5 Januari 2011 lalu, Dahlan-Rudi diusung oleh PD dan PKB serta sejumlah partai lainnya.
Walikota dan bupati se-Provinsi Kepri, para mantan Walikota Batam, pasangan calon walikota dan wakil walikota yang bertarung pada Pilwako lalu serta tokoh-tokoh masyarakat, agama dan pengusaha juga diundang menghadiri pelantikan.
Menurut Yusfa, setelah pelantikan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Batam akan dilanjutkan dengan konferensi pers di ruang presentasi lantai V Kantor Walikota Batam. Kemudian pukul 13.00 WIB bertempat di ruang rapat lantai IV Kantor Walikota akan dilaksanakan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam Ny Mariana Dahlan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepri Hj Aisyah Sani.
Pada malam harinya pukul 19.00 WIB di Ballroom Pacific Hotel, Jodoh, akan diadakan malam pengantar tugas Walikota dan Wakil Walikota Batam masa jabatan 2011-2016. Acara ini juga sekaligus momentum silaturahmi dan purnatugas Wakil Walikota 2006-2011 Ria Saptarika.
Kabag Humas Pemko Batam Yusfa Hendri mengatakan pelantikan akan dijaga oleh 350 personil keamanan yang terdiri aparat kepolisian, satpol PP dan pihak terkait lainnya. (erz/ulo)
18 Februari 2011
Berawal dari Aksi Heroik Pedagang Buah

Mohamed Bouazizi, seorang sarjana yang juga pedagang buah (kaki lima) yang dirampas lapak dagangannya oleh polisi kemudian membakar diri hingga mati, Minggu (9/1). Aksi heroiknya memicu demonstrasi besar-besaran di Tunisia yang berujung jatuhnya pemerintahan Zene Abidin Ben Ali setelah berkuasa selama 23 tahun. Ben Ali kini dalam perlindungan keluarga kerajaan Saudi setelah ditolak suakanya oleh Prancis.
Ben Ali mulai berkuasa Nopember 1987, setelah berhasil menggulingkan penguasa sekuler, Habib Bourguiba, yang berkuasa sejak Tunisia mendapatkan kemerdekaan dari Prancis. Penggulingan Bourguiba itu tanpa darah. Bourguiba digulingkan Ben Ali pada 7 November 1987. Sejak Ben Ali berkuasa mengambil alih kekuasaan, arah kebijakan politik Tunisia cenderung pro Barat.
Apa yang dialami Ben Ali mirip dengan kisah Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun. Praktis demokrasi sekadar lipstik agar terkesan demokratis di mata rakyat tetapi pemilu diselenggarakan dengan penuh kecurangan. Kekuasaan bertumpu pada segelintir kolega dan kerabat yang menguasai jalannya ekonomi monopoli, sementara institusi militer menjadi pilar penopang kekuasaan merepresi kelompok oposisi. Praktik ini menjadi ciri umum pemerintahan diktator melanggengkan kekuasaan politik.
Dalam kasus ini, Tunisi memang agak berbeda, di mana militer dijadikan anak tiri sementara insitusi kepolisian menjadi anak emas Ben Ali. Tentara yang jumlahnya 35.000 orang tak pernah mengalami modernisasi dengan alasan tak ada ancaman militer. Jumlah ini juga paling sedikit dibandingkan militer di negara Arab lainnya. Berbeda dengan tradisi di Arab, militer Tunisia memang tidak memiliki tradisi campur tangan terhadap politik, sehingga gerakan rakyat menuntut perubahan dengan mudah mendapat dukungan dari militer.
Pada 2009, Ben Ali kembali terpilih untuk berkuasa selama lima tahun lewat pemilu yang tidak demokratis, yang direspons masyarakat miskin dan pengangguran lewat gelombang demonstrasi. Mereka memprotes rezim otoriter Ben Ali yang tidak mampu memberikan masa depan layak.
Jatuhnya Ben Ali dari tahta kepresidenan kemudian digantikan PM Mohammed Ghannouchi, tidak meredakan kemarahan para demonstran yang menyerukan reformasi total. Ghannouchi masih dianggab bagian dari rezim Ben Ali.
Di pihak lain, kejatuhan rezim Ben Ali menjadi berita gembira bagi rakyat di negara-negara Arab dan pemerintahan dunia lainnya. Bouazizi yang melakukan hara kiri menggerakkan protes baru di negara-negara Arab. Di Mesir tiga orang membakar diri, kemudian diikuti seorang warga Aljazair. Aksi membakar diri ala Bouazizi sontak menjadi gerakan baru memancing emosi publik. Beberapa negara Arab mengalami pergolakan politik seperti Sudan, Jordania, Aljazair dan Mesir diwarnai aksi protes jalanan yang selama ini jarang terjadi.
Di Mesir misalnya, beberapa hari sebelum demonstrasi besar-besaran, pemerintah telah memblokir situs jejaring sosial twitter dan facebook yang dianggap membahayakan keamanan negara. Namun di tengah pemblokiran jejaring virtual itu, aksi demontrasi besar-besaran tetap berlangsung hingga kini dan menewaskan lebih dari seratus orang dalam aksi menuntut Mubarak mengakhiri rezim kekuasaannya.
Seperti diketahui, di tengah aksi demonstrasi besar-besaran, Mubarak tetap mengumumkan pembubaran kabinet dan menunjuk kepala intelijen Omar Suleiman sebagai wakil presiden. Pembubaran kabinet dan pergantian wakil presiden tidak mengakhiri aksi demonstrasi yang menuntut berakhirnya rezim Mubarak yang telah berkuasa 30 tahun.
Demonstrasi besar-besaran di Tunisia dan Mesir menjadi perbincangan hangat di dunia internasional, seakan mengesahkan teori efek domino yang akan berdampak ke beberapa Negara Timur Tengah. Pemerintahan status quo dibuat cemas dan menanti perkembangan aksi rakyat di Mesir, bahkan raja Arab Saudi mengecam aksi demonstrasi di Mesir dan pemerintah Cina memblokir kata Mesir di internet. Mesir memang menjadi halaman depan Timur Tengah, di mana Mesir memiliki posisi kunci di kawasan itu.
Israel dan Amerika juga dibuat cemas menanti arah pergolakan politik di Mesir. Kedua negara ini khawatir pemerintahan pasca Husni Mubarak jatuh di tangan kelompok Islam garis keras atau kelompok yang berseberangan dengan kepentingan politik Amerika, mengingat negara yang berbatasan Palestina dan Israel itu menentukan arah hubungan Arab-Israel ke depan.
Amerika yang sering menganjurkan demokratisasi di dunia menetapkan standar ganda terhadap pemimpin otoriter yang pro Amerika. Ben Ali, Mubarak dan pemimpin Arab lainnya adalah pemimpin yang sangat pro terhadap Amerika, sementara Saddam Husein ditumbangkan lewat invasi tahun 2003 atas nama demokrasi dan HAM. Amerika hanya mengambil posisi aman wait and see merespons aksi protes di Mesir. Mohammed El Baredai juga menyesalkan tindakan Amerika yang hanya menyerukan dialog di Mesir tanpa memperlihatkan dukungan secara total.
Demokratisasi di Timur Tengah menjadi pisau bermata dua bagi Amerika. Di sisi lain bisa menjadi bumerang bagi kepentingan Amerika. Kemenangan PIS tahun 1991 meraih 54 persen suara (81 persen parlemen) di Aljazair kemudian dianulir oleh militer didukung Amerika, dan kemenangan mutlak Hamas pada Pemilu 2006 lalu diboikot Amerika. Standar ganda Amerika menjadi catatan buruk bagi berlangsungnya praktik demokrasi di Timur Tengah dan negara-negara laiannya. Pergolakan di Timur Tengah sekaligus menjadi ujian bagi Amerika dan negara-negara penganjur demokratisasi, apakah Tunisia, Mesir dan negara-negara Arab yang bergejolak saat ini akan kembali tersandera pada kepentingan Amerika atau akan melahirkan pemerintahan independen yang pro rakyat.
Kejadian itu mengingatkan Indonesia pasca jatuhnya Soeharto pada 1998 atas desakan rakyat. Awalnnya Soeharto juga disokong oleh Amerika untuk mengadang laju perkembangan komunisme di Asia Tenggara. Bahkan Timor-Timur sebagai negara merdeka juga diinvasi berdasarkan rekomendasi Amerika untuk menahan laju efek domino komunisme, namuns setelah berakhirnya perang dingin, praktis dukungan Amerika melemah terhadap rezim Soeharto yang pada akhirnya rontok di tangan kekuatan rakyat.
Timor Timur yang pernah berada dalam wilayah Indonesia akhirnya lepas pasca referendum. Pasca-reformasi, praktis Indonesia disibukkan dengan praktik demokrasi prosedural atau lipstick demokrasi, sementara kekayaan alam tidak dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat, malah kembali jatuh di tangan asing atas legalisasi UU dari wakil rakyat.
Rakyat pun kembali di titik nadir. Pengangguran dan kemiskinan kian mudah ditemukan. Bunuh diri akibat kemiskinan menjadi pemberitaan sehari-hari. Harga-harga sembako--seperti menjelang jatuhnya Soeharto--kini melambung tinggi, daya beli masyarakat melemah, sementara wakil rakyat dan pemerintah disibukkan dengan perkara korupsi yang tak ada ujung penyelesaiannya.
Jika dibandingkan dengan Tunisia, Indonesia masih di bawah soal pertumbuhan ekonomi, bahkan pendidikan di Tunisia juga berlangsung secara gratis mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Pertumbuhan ekonomi yang sering jadi acuan pemerintah, ternyata hanya dinikmati segelintir elite sebagaimana pertumbuhan di Tunisia, rakyat yang memendam amarah yang terbelit kemiskinan, dan kelas menengah yang terancam miskin, akan menjadi bahan bakar perubahan. Kondisi kritis ini mesti menjadi alarm bagi pemerintah untuk berbenah diri dan mengoreksi arah kebijakan politiknya. (hk/dbs)
04 Februari 2011
Berdo'a Untuk Mesir
Mesir tengah berkecamuk sejak sepuluh hari belakangan. Jutaan rakyat Mesir meminta Presiden Husni Mubarak yang telah berkuasa selama 30 tahun turun tahta. Rakyat Mesir menuntut perubahan dan kebebasan. Namun kehendak jutaan rakyat Mesir itu tidak mudah untuk dipenuhi. Mereka harus berhadap-hadapan dengan para pendukung Husni Mubarak yang notabene juga rakyat Mesir sendiri. Konflik horizontal pun tak dapat dihindarkan. Terutama di Kairo, Ibukota Negara Mesir.
Sudah ratusan orang tewas akibat konflik horizontal. Polisi dan pihak militer juga ikut menyumbangkan praktik berdarah yang berujung maut itu. Diduga pada barisan pro Presiden Husni Mubarak terdapat polisi dan aparat kemananan berpakaian sipil. Mereka sengaja ditugaskan oleh Mubarak untuk mempertahankan kekuasaannya. Kini Mesir, yang selama ini dikenal sebagai salah satu negara Islam terkuat di Timur Tengah berada diambang kehancuran.
Sekitar enam ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Mesir, seperti mahasiswa, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan lainnya secara bertahap telah dipulangkan. Begitu juga dengan negara-negara lain, juga telah mengevakuasi warga negaranya. Karena khawatir kekacauan di Mesir akan terus meluas dan berpotensi menjadi perang suadara. Yang jelas dampaknya sekarang, perekonomian di Mesir kacau-balau. Harga bahan pokok melonjak drastis. Bahkan juga sulit diperoleh. Komunikasi baik telepon rumah maupun telepon selular sering terputus.
Negara-negara Islam seyogyanya segera berperan di dalam menyikapi kekacauan yang tengah melanda Mesir. Melihat kondisi Presiden Husni Mubarak yang semakin terdesak, tak tertutup kemungkinan Presiden yang telah berkuasa sejak tahun 1981 itu akan jatuh. Jika pihak oposisi atau militer tidak siap mengisi kekosongan pemerintahan pasca-kemunduran Husni Mubarak, jelas akan membuat Mesir semakin kacau. Karena itulah perlu dukungan dari negara-negara Islam di dunia.
Yang sangat dikhawatirkan, dengan kondisi Mesir sekarang ini akan muncul negara barat yang menangguk di air keruh. Negara barat itu akan memanfaatkan kondisi Mesir yang kacau balau. Jika itu yang terjadi maka akan bertambah lagi daftar negara Islam di Timur Tengah yang hancur setelah diacak-acak negara barat. Korban sebelumnya ada Irak, Afganistan dan Pakistan. Iran yang terus diberi sanksi ekonomi oleh negara barat, sampai sekarang masih tetap bertahan. Presiden Ahmad Dinejad memang sangat tegas terhadap Amerika Serikat.
Umat Islam di Indonesia dan di mana pun berada, patut kiranya berdoa agar Mesir cepat kembali kondusif. Kendati pun terjadi peralihan kekuasaan dari pihak Presiden Husni Mubarak ke pihak oposisi atau militer, tetapi tetaplah dalam kondisi yang terkendali. Jangan sampai terjadi perang saudara yang pada akhirnya memberikan ruang kepada negara barat untuk memanfaatkan kondisi tersebut guna memecah belah Mesir. Bahkan juga semakin melemahkan keberadaan negara-negara Islam di kancah internasional.
Jika Mesir jatuh dan menjadi kacau-balau, otomatis Israel akan semakin berperan besar di Timur Tengah. Presiden Mesir Husni Mubarak seyogyanya lebih mementingkan negara dan nasib keselamatan rakyatnya daripada hanya untuk kepentingan mempertahankan kekuasaan. Dari fakta yang ada, penguasa yang lama duduk di kursi kekuasaan, cenderung membuat rakyat jenuh. Akibatnya, rakyat bisa berontak dan negara bergejolak. **
Sudah ratusan orang tewas akibat konflik horizontal. Polisi dan pihak militer juga ikut menyumbangkan praktik berdarah yang berujung maut itu. Diduga pada barisan pro Presiden Husni Mubarak terdapat polisi dan aparat kemananan berpakaian sipil. Mereka sengaja ditugaskan oleh Mubarak untuk mempertahankan kekuasaannya. Kini Mesir, yang selama ini dikenal sebagai salah satu negara Islam terkuat di Timur Tengah berada diambang kehancuran.
Sekitar enam ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Mesir, seperti mahasiswa, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan lainnya secara bertahap telah dipulangkan. Begitu juga dengan negara-negara lain, juga telah mengevakuasi warga negaranya. Karena khawatir kekacauan di Mesir akan terus meluas dan berpotensi menjadi perang suadara. Yang jelas dampaknya sekarang, perekonomian di Mesir kacau-balau. Harga bahan pokok melonjak drastis. Bahkan juga sulit diperoleh. Komunikasi baik telepon rumah maupun telepon selular sering terputus.
Negara-negara Islam seyogyanya segera berperan di dalam menyikapi kekacauan yang tengah melanda Mesir. Melihat kondisi Presiden Husni Mubarak yang semakin terdesak, tak tertutup kemungkinan Presiden yang telah berkuasa sejak tahun 1981 itu akan jatuh. Jika pihak oposisi atau militer tidak siap mengisi kekosongan pemerintahan pasca-kemunduran Husni Mubarak, jelas akan membuat Mesir semakin kacau. Karena itulah perlu dukungan dari negara-negara Islam di dunia.
Yang sangat dikhawatirkan, dengan kondisi Mesir sekarang ini akan muncul negara barat yang menangguk di air keruh. Negara barat itu akan memanfaatkan kondisi Mesir yang kacau balau. Jika itu yang terjadi maka akan bertambah lagi daftar negara Islam di Timur Tengah yang hancur setelah diacak-acak negara barat. Korban sebelumnya ada Irak, Afganistan dan Pakistan. Iran yang terus diberi sanksi ekonomi oleh negara barat, sampai sekarang masih tetap bertahan. Presiden Ahmad Dinejad memang sangat tegas terhadap Amerika Serikat.
Umat Islam di Indonesia dan di mana pun berada, patut kiranya berdoa agar Mesir cepat kembali kondusif. Kendati pun terjadi peralihan kekuasaan dari pihak Presiden Husni Mubarak ke pihak oposisi atau militer, tetapi tetaplah dalam kondisi yang terkendali. Jangan sampai terjadi perang saudara yang pada akhirnya memberikan ruang kepada negara barat untuk memanfaatkan kondisi tersebut guna memecah belah Mesir. Bahkan juga semakin melemahkan keberadaan negara-negara Islam di kancah internasional.
Jika Mesir jatuh dan menjadi kacau-balau, otomatis Israel akan semakin berperan besar di Timur Tengah. Presiden Mesir Husni Mubarak seyogyanya lebih mementingkan negara dan nasib keselamatan rakyatnya daripada hanya untuk kepentingan mempertahankan kekuasaan. Dari fakta yang ada, penguasa yang lama duduk di kursi kekuasaan, cenderung membuat rakyat jenuh. Akibatnya, rakyat bisa berontak dan negara bergejolak. **
20 Januari 2011
Langganan:
Postingan (Atom)