Cari Blog Ini

04 April 2011

Wanita Cantik



Baru-baru ini saya membaca artikel yang dimuat di sebuah situs internet, tentang keberadaan seorang wanita cantik dapat berbahaya untuk kesehatan pria.

Disebutkan, hanya lima menit pria berdekatan dengan seorang perempuan cantik dan menarik akan meningkatkan kadar kortisol alias hormon pemicu stres. Jika kadar kortisol tinggi akan memperburuk kondisi kesehatan pria karena ancaman penyakit jantung, diabetes, hipertensi dan impotensi.

Penelitian itu ditemukan oleh ilmuwan dari University of Valencia. Peningkatan kadar kortisol akan semakin tinggi jika wanita cantik yang ditemui belum dikenal atau asing.

Jika si pria gagal melakukan pendekatan, risiko terburuk yang mungkin dihadapi karena meningkatnya kortisol secara cepat adalah stroke dan serangan jantung. Koran Inggris, The Mail edisi Senin (5/3) menyebut efek tersebut hampir setara dengan melompat dari atas pesawat.

Nah, berkaitan dengan wanita cantik, pekan ini publik dihebohkan dengan tertangkapnya dua pelaku kejahatan berparas cantik. Adalah, Selly Yustiawati 'sang penipu ulung' ditangkap aparat Polsek Denpasar Selatan di Hotel Amaris, Seminyak, Kuta, Bali, Sabtu (26/3). Kemudian, Melinda Dee, pelaku penggelapan uang nasabah Citibank senilai Rp 17 miliar, dibekuk oleh Direktorat II Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri, Kamis (24/3).

Apa kaitanya dengan hasil penelitian ilmuwan Universitas of Valencia ? Ternyata kencantikan wanita tidak saja membuat pria 'klenger' tetapi juga bisa menjadi pelumas untuk memuluskan tujuan jahat.

Seperti yang dilakukan Selly dan Melinda yang sehari-hari berpenampilan sensual, berbau harum dan selalu mengumbar senyum manis saat berinteraksi. Namun di balik penampilan wanita cosmopolitan itu, keduanya ternyata pelaku kejahatan white collar (kerah putih) yang dalam melakukan aksinya lebih banyak membutuhkan akal daripada otot.

Selly misalnya, dengan penampilan bak wanita pekerja profesional yang bekerja di sebuah perusahaan yang mapan, mampu meyakinkan para calon korbannya sehingga dengan gampang Selly meraub uang ratusan juta.

Begitu juga Melinda yang terkesan sebagai wanita profesional yang sudah matang dan menduduki posisi penting di perusahaan. Ditambah, pengalaman sebagai karyawan senior di bank internasional, Citibank, wanita 46 tahun ini dengan mudah melakukan pengaburan transaksi terhadap beberapa slip transfer penarikan dana pada rekening nasabah, pemindahan sejumlah dana milik nasabah tanpa seizin nasabah ke beberapa rekening yang dikuasainya.

"Wanita cantik memang sakti", seloroh seorang teman menanggapi kasus yang kini menjadi buah bibir masyarakat.

Masih ingat dengan kasus mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Antasari Azhar. Di awal kiprahnya, KPK begitu garang dan sukses menangkap sejumlah koruptor kelas kakap. Namun, tiba-tiba keperkasaan seorang Antasari menjadi lemah hanya gara-gara caddy cantik bernama Rani Juliani. Banyak lagi kasus serupa yang membuat laki-laki bertekuk lutut oleh pesona wanita-wanita cantik.

Memang tidak etis untuk mengeneralisir semua wanita cantik berhati jahat. Namun tidak salahnya berhat-hati sebelum menjadi korban, terlebih jika dikenal lewat jejaring sosial. Kalau tidak ingin apes seperti Muhammad Umar (32), warga Bekasi, yang telah enam bulan menikahi seorang 'gadis' cantik bernama Fransisca Anastasya (19), namun belakangan diketahui ternyata seorang laki-laki. (By. Johni F)

01 April 2011

3 TERDAKWA 2 KASUS KORUPSI DI BATAM 'BERLEHA-LEHA'



BATAM-Diduga ada aroma tidak beres pada penanganan dua kasus korupsi yang kini tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Batam. Pelaku, sejak berstatus tersangka hingga terdakwa tidak pernah ditahan oleh Kejaksaan Negeri Batam. Selain tersangka tidak ditahan, waktu pelaksanaan sidang dua kasus ini pun tak pasti. Sering sore, malam bahkan tak jarang ditunda karena berbagai alasan.

Dua kasus dugaan korupsi yang diduga proses hukumnya bermasalah tersebut adalah; pertama kasus dugaan korupsi pengadaan mobil dinas di jajaran Pemko Batam tahun anggaran 2005-2006 dengan terdakwa Raja Hamzah dan Abu Hanifah. Kasus ini mencuat pada tahun 2005, saat Pemko Batam melakukan pengadaan 20 unit mobil dinas. Selanjutnya pada 2006, Pemko Batam kembali mengadakan sebanyak 16 unit mobil dinas, diantaranya jenis Toyota New Camry, Toyota Innova dan Toyota Avanza.

Raja Hamzah dan Abu Hanifah adalah dua pejabat Pemko Batam yang pada tahun 2005-2006 dipercaya sebagai ketua panitia lelang dan kuasa pengguna anggaran pengadaan mobil dinas Pemko Batam. Saat ini Raja Hamzah masih bertugas di Pemko Batam, sedangkan Abu Hanifah yang merupakan mantan Kabag Aset dan Perlengkapan Pemko Batam kini menjabat sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemerintah Kabupaten Anambas.

Kasus dugaan korupsi kedua yang diduga bermasalah proses penegakan hukumnya adalah kasus penggelapan dana airport tax Bandara Hang Nadim Batam. Tersangka kasus dugaan korupsi ini adalah Hasrul bin Hamdaniar. Akibat penggelapan dana airport tax ini, negara dirugikan Rp384.957.000.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Antoni Setyawan menyatakan perbuatan terdakwa telah melawan hukum dan dinilai memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

JPU menyatakan, selaku PNS terdakwa merupakan pejabat yang ditunjuk dari Otorita Batam (OB) untuk menerima seluruh uang hasil pungutan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) tiap harinya. Uang tersebut kemudian diserahkan ke kas OB melalui rekening bank mandiri 109-0094000023.

Selama tahun 2004 dan 2007, uang penerimaan yang berhasil dikumpulkan oleh terdakwa berjumlah sebesar Rp384.957.000. Tapi, ternyata uang tersebut tidak disetorkan langsung ke nomor rekening dimaksud, tetapi tanpa persetujuan Menteri Keuangan, uang pungutan tarif digunakan untuk kepentingan pribadi yang diserahkan dengan 11 kali penyerahan dengan nama berbeda.

Meski ketiga tersangka kasus korupsi tersebut kini telah berstatus sebagai terdakwa, tapi sama sekali belum pernah ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam. Berbagai alasan disampaikan pihak Kejari Batam. Mulai dari tersangka telah mengembalikan uang kerugian negara, tersangka tidak akan melarikan diri dan lain sebagainya.

Padahal dalam proses hukum kasus korupsi umumnya, baik di Jakarta dan di daerah-daerah lainnya, jika kasus korupsi tersebut telah diproses di Kejaksaan dan Pengadilan, tersangka pasti langsung ditahan. Siapa tersangkanya, apakah anggota DPR, Gubernur, Walikota, Bupati Dirut, mantan menteri dan lainnya tidak ada alasan pengecualian.

Besan Presiden SBY, Aulia Pohan saja begitu kasus korupsi di Bank Indonesia yang disangkakan kepadanya masuk proses hukum di KPK dan Tipikor, yang bersangkutan langsung ditahan. Begitu juga dengan mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji, ketika kasus korupsi yang disangkakan kepadanya masuk proses hukum, yang bersangkutan langsung ditahan.

Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Ade Edy Adhyaksa ketika dikonfirmasi, Jumat (25/3) di sela-sela hendak menjalankan shalat Jumat menyebutkan kedua kasus tersebut telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Batam.

Tersangka kasus airport tax yakni Hasrul Cs sejak Kajari Batam dipimpin Tatang Sutarna juga tidak ditahan. Ketika itu Tatang beralasan pihaknya tidak menahan para tersangka kasus airport tax menyusul sebelum kasus tersebut ditangani oleh Kejaksaan sudah dikembalikan para tersangka.

Sementara itu Kasus Pengadaan Mobil Dinas Pemko Batam sejak ditangani Kajari Batam Tatang Sutarna juga tidak ditahan hingga kasus tersebut diproses lebih lanjut dan dilimpahkan Kajari Batam Ade Adhyaksa kepada Pengadilan Negeri. "Tanyakan saja ke Pengadilan Negeri Batam kenapa tidak ditahan. Kita sudah limpahkan ke pengadilan jadi tanyakan aja ke sana," ujar Ade sembari memasuki mobil.

Jawaban yang disampaikan Ade cuma sekenanya saja, dan terkesan mempimpong tanggungjawab penanganan kasus ini kepada Kajari Batam yang lama, Tatang Sutarna. Seolah-olah yang memiliki kewenangan melakukan penahanan adalah Pengadilan, padahal adalah Kejaksaan.

Untuk kasus dugaan korupsi pengadaan mobil dinas, mengapa kedua tersangkanya tidak ditahan pihak kejaksaan juga mempimpong bola panas ke pihak kepolisian. Pihak kejaksaan menyatakan, karena polisi tidak menahan maka kejaksaan juga tidak melakukan penahanan. Kasus ini awal mulanya memang ditangani oleh Polda Kepri. "Adat istiadat atau tata kramanya memang begitu. Kalau polisi tak menahan, kami juga tak melakukan penahanan. Sebab kalau kami tahan nanti dipikir kami merecoki dan dipikir macam-macam," kata salah seorang petinggi Kejaksaan di Kepri. (nic/erz)

28 Februari 2011

Dahlan-Rudi Dilantik Hari Ini Sebagai Walikota/Wakil Walikota Batam 'Periode Ini Lebih Enjoy'




BATAM-Duet Drs H Ahmad Dahlan MH dan H Rudi SE MM akan dilantik Selasa (1/3) pagi ini sebagai Walikota dan Wakil Walikota Batam periode 2011-2016 oleh oleh Gubernur Kepri HM Sani atas nama Menteri Dalam Negeri. Bagi Dahlan, ini adalah periode kedua. Periode sebelumnya Dahlan berpasangan dengan Ir H Ria Saptarika. Sedangkan bagi Rudi, ini adalah periode perdana.

Bagaimana perasaan dan kesiapan Dahlan sebelum dilantik untuk periode kedua serta apa fokus targetnya lima tahun ke depan? Tentang hal ini, sehari sebelum pelantikan kepada sejumlah wartawan Dahlan bicara blak-blakan. Namun untuk hal-hal yang sangat sensitif, Dahlan meminta 'off the record'.

Menurut Dahlan, untuk periode kedua ini ia lebih plong dan akan menjalani masa lima tahun ini dengan 'enjoy'. Namun tentu saja dengan program dan pencapaian target-target yang jelas. "Saya akan menjalani periode kedua ini dengan lebih enjoy," kata Dahlan.

Enjoy yang dimaksudkan politisi kelahiran Batubesar, Nongsa, Batam ini adalah karena ia telah memiliki pengalaman selama lima tahun (2006-2011) sehingga tidak lagi meraba-raba. Ia telah paham bagaimana menghadapi masyarakat, mengetahui watak bawahan, bahkan watak anggota dewan sekalipun. Selama periode pertama, ia juga telah banyak menghadapi persoalan, termasuk yang berat sekalipun. Ia bersyukur dapat menyelesaikan persoalan itu dengan baik.

Sedangkan untuk program dan fokus targetnya lima tahun ke depan adalah pengembangan investasi. Pada periode sebelumnya, Dahlan lebih konsentrasi kepada penyiapan infrastruktur. Karena fokus bagi pengembangan investasi, maka pencabutan status quo lahan di Pulau Rempang dan Pulang Galang (Relang) menjadi prioritas. Saat ini banyak investor tertarik berinvestasi di Batam, namun lahan sangat terbatas, bahkan habis.

"Pencabutan status quo lahan di Rempang dan Galang adalah prioritas. Beberapa tahun belakangan karena persoalan lahan Relang belum juga selesai, maka terpaksa investor melirik dan dialihkan ke pulau-pulau lain. Seperti Pulau Janda Berhias dan Pulau Kepala Jerry di Kecamatan Belakangpadang yang diminati oleh investor Timur Tengah. Alhamdulillah Pulau Janda Berhias dan Pulau Kepala Jerry telah masuk ke dalam kawasan FTZ (Free Trade Zone) Batam," sebut Dahlan.

Target lainnya yang ingin diwujudkan alumni IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini adalah merealisasikan permintaan khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Permintaan Presiden itu adalah meningkatkan pertumbuhan perekonomian Batam dari tahun 2010 sekitar 7,2 persen menjadi 10 persen. Ketua DPC Partai Demokrat Kota Batam ini mengaku terpacu dan tertantang dengan permintaan Dewan Pembina DPP Partai Demokrat tersebut. Sebab, bila target itu tercapai yang akan merasakan manfaatnya adalah seluruh masyarakat Kota Batam.

"Presiden langsung meminta kepada saya, agar berusaha maksimal untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian Batam menjadi 10 persen. Saya tertantang untuk mencapai itu. Minimal di tahun akhir masa jabatan saya periode kedua ini, target 10 persen tersebut tercapai. Kalau bisa lebih cepat, tentu lebih baik," kata bapak tiga anak ini.

Target menantang yang diberikan oleh SBY, menurut Dahlan juga sejalan dengan fokus target yang sebelumnya telah ia tetapkan, yakni pengembangan investasi di Kota Batam. Untuk pencapaian target tersebut salah satu program yang juga akan serius dikelola Dahlan adalah pembenahan pada Balai Latihan Kerja Daerah (BLKD). Keberadaan BLKD tersebut diharapkan mampu mencetak tenaga-tenaga kerja yang memiliki skill, sesuai dengan kebutuhan dunia industri di Kota Batam.

Ditanya tentang tips Dahlan menjaga harmonisasi dengan pasangannya, Wakil Walikota Batam H Rudi SE MM, mantan Kepala Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri ini mangaku tak punya tips khusus. Hanya saja, dia akan berjalan pada rel atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kalau soal tips khusus, tidak ada. Yang jelas saya menganggap wakil walikota adalah partner di dalam menjalankan tugas yang diatur oleh peraturan perundang-undangan," kata Dahlan.

Dahlan sendiri yakin, ia dan wakilnya Rudi akan bisa berjalan harmonis memimpin Batam untuk lima tahun ke depan. Apalagi Dahlan telah mengenal Rudi sejak lama. Bahkan Dahlan mengenal Rudi jauh lebih lama dibanding mengenal pasangannya terdahulu, Ria Saptarika.

"Kalau dengan Pak Ria, saya kenalnya waktu saya menjadi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri. Sedangkan dengan Pak Rudi saat saya masih bekerja di Otorita Batam. Tahun 1990-anlah. Jadi saya mengenal Pak Rudi sudah sangat lama. Saya juga akan memberikan kesempatan kepada Pak Rudi, tidak membatas-batasi," kata Dahlan.

Mengenai pelantikan besok (hari ini) apakah ada perasaan khusus? Suami Mariana Dahlan ini mengaku biasa-biasa saja. Apalagi sebelumnya ia juga tak berniat lagi mencalonkan untuk periode kedua. Bahkan dulu sempat telah ada kesepakatan antara Dahlan, istri dan anak-anaknya, agar mantan Kepala Biro Kepegawaian Otorita Batam itu istirahat dari kegiatan politik pasca berakhirnya periode jabatan Walikota Batam 2006-2011.

"Saya, istri dan anak-anak sempat berpikir untuk menikmati masa tua. Tapi karena derasnya permintaan berbagai pihak dan banyak program pembangunan yang belum tuntas akhirnya saya putuskan untuk mencalonkan kembali. Langkah ini akhirnya didukung anak-anak dan istri. Untuk hal ini saya pun sempat berdoa, meminta petunjuk kepada Allah SWT di Mekkah saat umrah. Hasilnya, ya seperti sekarang," ujar Dahlan.

Rudi Akan Belajar Dulu

Terpisah, Rudi mengatakan hal pertama yang akan dilakukannya setelah dilantik sebagai Wakil Walikota Batam adalah mempelajari psikologi jajaran pejabat dan pegawai Pemko Batam. "Pertama yang akan saya lakukan adalah mempelajari psikologi yang dimiliki oleh jajaran Pemerintah Kota Batam. Karena dunia legislatif, sangat berbeda jauh dengan pemerintahan. Kalau di Dewan, seluruh anggota Dewan itu adalah sama. Tapi di pemerintahan tentunya berbeda. Maka itulah yang akan saya pelajari nanti," kata suami Hj Marlin Agustina ini, Senin (28/2).

Ditanya mengenai program kerjanya ke depan, Rudi enggan membeberkan lebih jauh. "Terpenting sekarang adalah disiplin waktu dan disiplin kerja. Karena waktu terus berjalan bak air mengalir. Jadi soal apa yang akan saya lakukan, nanti toh masyarakat akan menikmatinya. Yang jelas, saya siap mengabdikan diri kepada masyarakat sampai titik darah terakhir," tegas Rudi.

Rudi memulai karir politiknya dengan bergabung dengan PKB setelah pensiun dini sebagai anggota Polri. Pada Pemilu 2009, Rudi terpilih sebagai anggota DPRD Kota Batam. Selain terjun ke politik, Ketua DPC PKB Kota Batam ini juga menggeluti dunia bisnis. Ia antara lain menjadi Direktur PT Scuderia Motor Sport dan Komisaris PT Europe Technologi Service Centre.

Ayah empat anak ini juga memimpin sejumlah organisasi, seperti Ketua Umum DPP KKBM Kepri, Ketua Dewan IPIM Kota Batam, Wakil Ketua Dewan Masjid Kota Batam, penasehat BMG Kota Batam, serta Sekretaris DPD Gabpeknas Provinsi Kepri.

Dihadiri Sejumlah Tokoh

Pelantikan Dahlan-Rudi akan dihadiri sejumlah tokoh politik nasional. Di antaranya Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum, Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina PD Marzuki Alie, Ketua Umum PKB yang juga Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, dan fungsionaris PD yang juga Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan, Menteri Percepatan Daerah Tertinggal yang juga fungsionaris PKB Helmi Faisal Zaini, serta petinggi PD dan PKB lainnya. Dalam Pilwako Batam 5 Januari 2011 lalu, Dahlan-Rudi diusung oleh PD dan PKB serta sejumlah partai lainnya.

Walikota dan bupati se-Provinsi Kepri, para mantan Walikota Batam, pasangan calon walikota dan wakil walikota yang bertarung pada Pilwako lalu serta tokoh-tokoh masyarakat, agama dan pengusaha juga diundang menghadiri pelantikan.

Menurut Yusfa, setelah pelantikan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Batam akan dilanjutkan dengan konferensi pers di ruang presentasi lantai V Kantor Walikota Batam. Kemudian pukul 13.00 WIB bertempat di ruang rapat lantai IV Kantor Walikota akan dilaksanakan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam Ny Mariana Dahlan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepri Hj Aisyah Sani.

Pada malam harinya pukul 19.00 WIB di Ballroom Pacific Hotel, Jodoh, akan diadakan malam pengantar tugas Walikota dan Wakil Walikota Batam masa jabatan 2011-2016. Acara ini juga sekaligus momentum silaturahmi dan purnatugas Wakil Walikota 2006-2011 Ria Saptarika.

Kabag Humas Pemko Batam Yusfa Hendri mengatakan pelantikan akan dijaga oleh 350 personil keamanan yang terdiri aparat kepolisian, satpol PP dan pihak terkait lainnya. (erz/ulo)