Cari Blog Ini

15 Juni 2011

Bayi Kembar Empat Asal Padang Lahir Selamat


Paramitha Harsary (25) berhasil melahirkan bayi kembar empat, dua laki-laki dan dua perempuan di Siloam Hospital, Karawaci Kabupaten Tangerang, Banten. "Alhamdulillah, keempat anak saya lahir dalam kondisi selamat tanpa adanya cacat sedikitpun," kata Paramitha Harsary ditemui di Siloam Hospital Karawaci, Rabu (15/6).

Keempat bayi kembar tersebut yakni Najma Khalisha Alpharabi dengan berat 2,28 Kg, Najma Khalila Alpharabi dengan berat 2,05 Kg, Muhammad Khalif Alpharabi dengan berat 2,55 Kg; dan Muhammad Khairan Alpharabi dengan berat 2,6 Kg.

Dikatakan Paramitha, dirinya sempat merasa takut saat mengetahui bila mengandung bayi kembar empat karena khawatir salah satu anaknya nanti akan mengalami cacat atau meninggal saat proses kelahiran.

"Setelah mendapat rujukan dari keluarga, akhirnya saya tetapkan untuk melahirkan di Siloam Hospital dan mendapatkan anak yang sehat setelah lahir," kata Paramitha, warga Jalan Dalima Raya, Komplek Belimbing, Kelurahan Kuranji, Padang.

Dokter spesialis kandungan Siloam Hospital, dr Budijanto mengatakan, pasien datang pada tanggal 10 Maret dengan usia kandungan saat itu 22 minggu dengan kondisi sedang mengandung bayi kembar empat. Kemudian, saat memasuki usia kandungan minggu ke-24, pasien terpaksa harus melakukan perawatan karena kondisinya yang sudah merasakan sakit.

Memasuki usia kandungan 32 minggu atau delapan bulan, tepatnya tanggal 13 Mei, pasien melahirkan keempat bayi dengan bantuan empat dokter kandungan.
"Keempat bayi lahir dalam waktu tiga menit dengan proses prematur dan berat bayi untuk jenis kelamin laki-laki 1,4 Kg dan jenis kelamin perempuan dengan berat 1,6 Kg," katanya menjelaskan.

Peristiwa bayi kembar dua atau lebih (multiple pregnancy) terjadi karena beberapa hal diantaranya satu sel sperma membuahi satu sel telur, dua sel sperma membuahi dua sel telur dan empat sel sperma membuahi empat sel telur.

"Secara garis keterunan, pasien memang memiliki garus keturunan keluarga yang memiliki riwayat melahirkan kembar namun tidak sebanyak ini," kata dr. Andreas Liando, dokter kandungan yang menangi pasien.

Peristiwa kelahiran bayi kembar empat terjadi hanya skala 1 banding 750 ribu pasien, terutama untuk kesempatan hidup bagi bayi8 kembar yang lahir lebih dari dua.

Mengenai kondisi bayi ke depannya, dr Andreas menambahkan, bila keempat bayi diperkirakan akan baik. Karena, pasien melahirkan saat usia kandungan 32 minggu. "Bila pasien melahirkan dalam usia kandungan dibawah 24 minggu, maka kondisi bayi biasanya tidak baik. Tetapi, untuk keempat bayi ini, akan membaik," katanya.

Rencananya, keempat bayi pasangan Roby Kurniawan dan Paramitha Harsary akan pulang ke kediamannya di Padang dalam waktu dua hari ke depan. "Bayi sudah boleh dibawa pulang karena kondisinya sehat," katanya.

Paramitha Harsary (25), mengaku sangat bahagia dengan kelahiran bayi kembarnya. "Ini anugerah Tuhan yang harus disyukuri. Keluarga saya memiliki garis keturunan bayi kembar. Tapi tidak sebanyak ini," terangnya. (ant/rol/oke)

14 Juni 2011

2.25O Ton Gula Bikin Kebakaran Jenggot



Keterangan yang diberikan Manager Operasional PT Persero Batam, Budi Susanto tentang impor gula ke Batam yang melebihi kuota bikin heboh. Beberapa pihak langsung seperti orang kebakaran jenggot ketika keterangan yang disampaikan Budi Santoso diterbitkan media massa terbitan Batam.

Gula yang diimpor dari Thailand untuk memenuhi kebutuhan gula di Kepri melampaui kuota hingga 2.250 ton. Kuota yang ditetapkan Kementerian Perdagangan cuma 9.000 ton, tapi hingga kini enam importir yang ditunjuk Badan Pengusahaan FTZ (BP) Batam ternyata memasukkan 11.250 ton gula.

Kelebihan kuota tersebut terungkap saat Komisi II DPRD Kota Batam bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang PT Persero Batam di Pelabuhan Batuampar, Kamis (9/6).

Menurut data yang diberikan Manager Operasional PT Persero Batam, Budi Susanto, angka 11.250 ton tersebut terdiri dari 2.950 ton sudah berada di gudang Persero, 2.800 ton masih di kapal dan belum dibongkar, dan ada dua shif lagi yang masing-masingnya sebanyak 2.950 ton dan 2.550 ton sehingga total semuanya menjadi 11.250 ton.

BP Batam sebelumnya menunjuk enam importir untuk memasukkan 9.000 ton gula sesuai kuota yang ditetapkan Kementerian Perdagangan. Keenam importir itu adalah PT Pro Kepri Berjaya, PT Sahabat Karya Mandiri, PT Trimaco Sukses, PT Putra Kepri Mandiri, PT Pembangunan Kepri dan PT Batam Harta Mandiri.

Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Yudi Kurnain menyayangkan tindakan importir mendatangkan gula melebihi kuota yang telah ditetapkan. Ia menilai importir telah menyalahgunakan kebijakan Kementerian Perdagangan mengizinkan impor yang dimaksudkan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga gula di Kepri.

Solusi atas kelebihan kuota itu, menurut Kepala Disperindag dan ESDM Kota Batam Ahmad Hijazi bisa dilakukan reekspor ataupun meminta kebijakan baru dari Menteri Perdagangan. Plh Direktur Investasi, Marketing dan Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho menyerahkan penyelesaian kelebihan kuota ini kepada Menteri Perdagangan. Soal kemungkinan gula itu direekspor, tergantung kebijakan Kementerian Perdagangan.

Tapi apa lacur, satu hari berselang, keterangan Manager Opersional PT Persero Batam, Budi Susanto langsung dibantah habis-habisan oleh BP Batam.Informasi yang dihimpun Haluan Kepri, begitu berita kelebihan kuota impor gula berlebih terbit, para petinggi BP Batam panik alang-kepalang. Rapat kilat pun langsung digelar.

BP Batam membantah gula yang diimpor dari Thailand melampaui kuota hingga 2.250 ton. Berdasarkan data manifes yang diterima BP Batam dari Bea dan Cukai (BC), gula impor yang sudah dimasukkan ke Batam justeru masih kurang dari kuota sebesar 9.000 ton yang ditetapkan Menteri Perdagangan atau baru 8.975 ton. Hal ini disampaikan Direktur Investasi, Pemasaran dan Humas BP Batam Rustam Hutapea, Jumat (10/6). BP Batam, kata Rustam tidak tahu dari mana datangnya angka 11.250 ton itu.

Pada Selasa (14/6) kemarin giliran Bea Cukai (BC) Batam menggelar konfrensi pers tentang data impor gula. Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) BC Batam Susila Brata menyatakan Total gula impor masuk ke Batam melalui pelabuhan batu ampar sebanyak 8.975 ton. Menurutnya dari data impor gula yang ada di BC jumlah gula yang telah masuk 8.975 ton. Artinya masih kurang, tidak melebihi kuota.

Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Yudi Kurnain yang turut hadir dalam petemuan tersebut mewakili komisi II DPRD Kota Batam mengatakan, setelah mengumpulkan data-data, baik melalui RDP, sidak, informasi impor gula berlebih tersebut telah selesai.

Pihak mana yang benar atas persoalan gula ini, tentu perlu dibuktikan secara mendalam. Apalagi PT Persero Batam belum ada mengklarifikasi keterangannya tentang kelebihan kuota impor gula tersebut. Jika benar ada permainan dalam impor gula, maka ini bukanlah kejahatan yang sederhana. Tak berlebihan jika dikategorikan hal ini sebagai kejahatan besar kolaborasi antara oknum-oknum regulator dengan para pengusaha dan penegak hukum.

Jangan menari-nari di atas penderitaan masyarakat dan jangan pura-pura membantu masyarakat dengan mengimpor gula, padahal subtansinya ingin mengeruk keuntungan besar dari penderitaan rakyat. Meski ribuan ton gula telah diimpor, namun sejauh ini harga gula masih Rp10.000 per kg. Seharusnya sudah pada angka Rp8.000-an. Para pemain gula juga perlu mempertimbangkan nasib para petani tebu di tanah air. ERZ

23 Mei 2011

Hemat Pulsa


Wajah Konti menyerengit dijilat panas terik matahari. Sudah tujuh kali ia memutari Perumahan Genta, tapi alamat rekannya tak kunjung bersua. Ia pun kembali menjejal tiap-tiap blok yang ada di perumahan itu dengan sepeda motor keluaran 2007 milik saudaranya. Tapi, lagi-lagi Konti gagal. Alamat rumah yang di-SMS-kan rekannya belum juga berjumpa.

"Alamatnya, Perumahan Genta Blok F1 No 13, cat rumah warna hijau. Alamat sudah jumpa, cat rumahnya pun hijau, tapi tak ada yang mengenal Udin. Apa Udin salah kasih alamatnya ke gue ya," gumam Konti saat berteduh di bawah pohon jambu dekat pos kamling.

Konti merasa bingung telah delapan kali putar-putar di Perumahan Genta mencari alamat Udin, tapi tidak juga berjumpa. Warga yang ditanyainya pun telah 17 orang. Tapi sayang tak ada warga genta yang mengenal Udin. Meski begitu, Konti tetap yakin Udin memang tinggal di perumahan ini. Karena di kecamatan ini memang hanya satu Perumahan Genta.

Konti pun melirik ke jam dinding di tembok depan siskamling. Pukul 14.15 WIB. "Sudah satu setengah jam mutar-mutar belum juga bertemu. Gimana nih," gumam Konti lagi sembari menghirup teh melati kotak di genggamannya. Ia pun melepas helm di kepalanya dan mengelap keringat didahi dan leher. Maklum suhu di kota industri ini mencapai 34 derajat celcius sejak beberapa hari terakhir.

Setelah pikir-pikir untuk kembali ke rumah saudaranya dan menunda usahanya mencari alamat rumah Udin, tiba-tiba dibenaknya kembali muncul ide untuk kembali menelusuri blok demi blok Perumahan Genta. Kalau nanti tetap juga tak berjumpa, ia pun ingin bertanya ke sekuriti perumahan itu. Tak pikir panjang lagi, Konti pun menstarter sepeda motornya. Satu kali, dua kali ia mutar-mutar di Blok F, tapi tetap saja tak ada Udin.

Dua sekuriti dan satu warga lainnya telah ia tanya lagi, namun tetap juga tak ada yang mengenal Udin. Telah 10 kali Konti menelusuri blok-blok di Perumahan Genta dan sudah 20 orang yang dia tanya. Namun lagi-lagi hasilnya nihil. Ada yang bernama Udin, tapi telah kakek-kakek. Ada juga yang bernama Udin, tapi telah meninggal sejak setahun yang lalu. Konti semakin bingung.

Mungkin ilham yang datang ke Konti. Kali ini Konti tak mau lagi mutar-mutar atau bertanya ke warga. Ia mengambil ponsel buatan Cina di saku celananya. Dia pencet nomor HP Udin 08137269***. Hanya pada nada panggil kedua, suara Udin pun langsung terdengar oleh Konti. "Eh.. Konti sudah di mana, jadi mampir ke rumah sayakan?" tanya Udin.

"Ya, saya sudah di Perum Genta. Eh rumah ente Blok F1 Nomor 13 kan?" kata Konti. "Bukan, di Blok E1 Nomor 13," jawab Udin ringan sembari minta maaf, mungkin salah ketik karena key pad HP-nya memang rusak sejak dua hari lalu.

Konti merasa kesal dengan Udin, tapi ia tak buru-buru meluapkan kekesalan itu begitu berjumpa dengan Udin. Konti intropeksi diri, dan perlahan sadar sebetulnya ia tak perlu mutar-mutar Perum Genta sampai 10 kali dan bertanya ke warga hingga 20 orang warga.

Karena ada cara yang simpel, cukup hubungi nomor HP Udin, sekejap bisa langsung jumpa. Apalagi ternyata di lingkungan itu panggilan Udin ternyata Alex. Syafrudin Alex begitu nama lengkap Udin seperti tertera di STTB. Mungkin dianggap lebih simpel dan keren, warga sekitar memanggil teman Konti itu dengan sebutan Alex. Tak ada satupun warga yang mengenal rekan Konti itu dengan nama Udin. **