BATAM,HALUAN-Drs Zarefriadi MPd, Ketua Ikatan Alumni Universitas Negeri Padang (Iluni UNP) Provinsi Kepri dilantik sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Batam oleh Walikota Batam Ahmad Dahlan, Kamis (3/1) di Kantor Pemko Batam. Sebelumnya, Ketua Ikatan Perantau Kota Payakumbuh-Kabupaten Limapuluh Kota (Gonjonglimo) Kota Batam tersebut menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam.
"Tugas dan tanggungjawab saya tentu lebih berat lagi. Mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar saya bisa menjalankan tugas dengan baik di tempat yang baru," kata Zarefriadi saat dihubungi Haluan tadi malam dari Padang melalui sambungan telepon.
Zarefriadi, alumni Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakutas Pendidikan Teknik dan Kejuruan (FPTK) IKIP Padang yang kini jadi Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (FT UNP), sesungguhnya bukan orang baru di lingkungan Disnaker. Dia pernah menjabat sebagai salah satu kepala bidang (Kabid) di SKPD ini. Zaref juga pernah menjadi Kabid Program di Dinas Pariwisata Kota Batam.
Zaref dilantik bersama dengan beberapa pejabat eselon II,III dan IV lainnya. Mutasi di lingkungan Pemko Batam, tersebut tidak menyentuh jabatan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik). Muslim Bidin tetap menduduki jabatannya sebagai Kadisdik, meski rumor deras menginginkan ia diganti. Di antara alasannya, permasalahan di dunia pendidikan yang terus terjadi, mulai dari masalah penerimaan siswa baru, pungutan liar (pungli) uang try out dan pemantapan menjelang UN, penjualan LKS, belum dibayarnya gaji guru honor dan lainnya.
Walikota Batam, Ahmad Dahlan beralasan tidak ada usulan dari Baperjakat untuk mengganti Muslim Bidin dari Kadisdik. Meskipun diakui, memang ada permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan hingga akhir ini."Dan pak Muslim, masih siap untuk menyelesaikan masalah pendidikan yang ada," ujar Walikota Batam, Ahmad Dahlan.
Pelantikan dilakukan terhadap 60 pejabat eselon II, III, Camat dan Sekcam di lingkungan Pemko Batam. Dari jumlah tersebut, 2 pejabat menempati posisi baru sebagai Asisten dan 3 pejabat sebagai Kepala Dinas.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan ditempati M. Syuzairi yang sebelumnya menjabat sebagai staf ahli. Menggantikan Buralimar yang naik ke Provinsi sebagai Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepri. Sedangkan posisi Asisten III Bidang Administrasi Umum yang sebelumnya ditempati Maaz Ismail, digantikan oleh Sahir yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Kadinsos).
Lima orang yang menempati posisi baru di eselon II adalah Kamarul Zaman sebagai Kadinsos, Zarefriadi sebagai Kadisnaker, Sulaeman Nababan sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Salim sebagai Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) dan Marzuki sebagai Sekretaris DPRD Kota Batam.
Kamarul Zaman sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata, Zarefriadi sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Disdik dan Sulaeman Nababan sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DKP, Salim sebelumnya menjabat sebagai Kabag Humas dan Marzuki sebelumnya menjabat sebagai Bendahara Sekretariat DPRD Kota Batam.
Sedangkan Rudi Sakyakirti yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Disnaker menempati posisi baru sebagai Staf Ahli bersama Ibnu Maja. Sedangkan jabatan Kepala DKP sedang mengalami kekosongan paska ditinggal Azwan yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar.
Kepada pejabat yang baru dilantik, Walikota Batam berharap dapat melanjutkan kinerja yang telah dilakukan pejabat sebelumnya, serta dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Batam. "Ini merupakan lokomotif untuk bergerak di 2012 dan akan ditindaklanjuti dengan promosi ataupun rotasi agar siap dalam satu barisan menghadapi pembangunan," katanya menandaskan. (h/wan,ERZ)
Cari Blog Ini
01 Maret 2012
24 Februari 2012
Kepala KUA Mesum Langsung Dipecat

PADANG, HALUAN- Kepala KUA Kayu Tanam, Padang Pariaman berinisial Az terjaring razia polisi di Jalan Adinegoro, depan Mapolsek Koto Tangah, Selasa lalu resmi diberhentikan. Hal ini disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Ismail Usman kepada Haluan kemarin (23/2).
“Ini menjadi pelajaran dan bahan evaluasi bagi Kemenag Sumbar. Oknum tersebut telah kami berhentikan,” ujar Ismail.
Menindaklanjuti hal ini, jajaran Kemenag Sumbar akan melaksanakan evaluasi bagi seluruh Kepala KUA awal Maret nanti.
“Awal Maret ini kita akan mengumpulkan semua Kepala KUA untuk diberikan peringatan. Ini akan menjadi pelajaran ke depannya bahwa kita tidak akan mentoleransi oknum yang mencemarkan nama baik institusi,” tegasnya.
Ismail juga menyayangkan sekali perbuatan Az karena selain menodai isnstitusi, ia juga telah mencemarkan reputasi agama. “Tokoh dari lembaga keagamaan sepatutnya menjadi contoh,” kata Ismail lagi.
Sebelumnya diberitakan Az dijumpai dengan pakaian terbuka bersama remaja belia berusia 17 tahun berinisial Ls di dalam mobil Toyota Starlet. Diduga ia berbuat mesum di dalam mobil tersebut. Jajaran Polresta Padang yang menggelar razia, juga menemukan VCD porno dan kondom di dalam mobil tersebut.
Kabag Ops Polresta Padang Kompol Ari Yuswan Triono yang memimpin razia itu mengatakan, awalnya Toyota Starlet tersebut melaju dari arah Padang Pariaman menuju Padang. Saat dihentikan petugas, Az terkejut, dan menabrak mobil yang ada di depannya.
Kejadian ini mengundang perhatian petugas, dan polisi langsung memeriksa mobil itu. Karena kaget, mereka tidak sempat memperbaiki pakaian mereka yang sudah terbuka.
“Mungkin mereka terkejut saat mengetahui ada razia, dan karena ketakutan dia menabrak mobil yang berada di depannya. Melihat kejadian tesebut, kami langsung melakukan pemeriksaan dan ditemukan keduanya dalam kondisi setengah telanjang,” ujarnya.
Kemudian kata Ari, petugas pun memeriksa kendaraan mereka dan ternyata mendapatkan delapan keping VCD Porno, dan sembilan bungkus kondom, sehingga mereka digiring ke Mapolsek Koto Tangah untuk diperiksa lebih lanjut.
Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, Az, warga Koto Tinggi 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman mengaku sempat berbuat mesum di dalam mobil itu bersama Ls, siswa kelas II sebuah MAN di Padang Pariaman.
“AZ sudah lama kenal dengan gadis tersebut, sehingga mereka ini ingin ke Padang untuk sekedar jalan-jalan,” jelas Ari. Polisi kemudian menghubungi keluarga perempuan itu. Setelah dilakukan musyawarah, mereka pun akhirnya tidak melapor di Polsek Koto Tangah, melainkan akan membuat laporan di Polres Pariaman. “Kita sudah melepaskan mereka sekitar pukul 03.00 WIB, setelah orang tua perempuan tiba di Polsek, dan akan melapor ke Polres Pariaman terkait kasus ini,” lanjutnya. (h/nas/dla)
23 Februari 2012
BANJIR BANDANG LANDA PASAMAN

Banjir bandang mahondoh tiga nagari di Pasaman. Puluhan rumah hanyut. Tiga nagari terisolasi dan belum diketahui jumlah korban jiwa. Pembabatan hutan bisa jadi penyebab banjir besar ini.
PASAMAN, HALUAN—Sumatera Barat tak usai dirundung musibah. Belum selesai kebakaran hebat yang melanda Koppas Plaza Pasar Raya Padang tiga hari lalu, kini musibah bencana alam banjir bandang dan longsor menghantam pemukiman penduduk di tiga nagari di Kabupaten Pasaman, Rabu (22/2) sekitar pukul 18.15 WIB. Pasaman pun berduka.
Ketiga nagari itu adalah Nagari Simpang, Nagari Alahan Mati, dan Nagari Kaciak yang ketiganya berada di Kecamatan Simpati. Banjir bandang dan longsor di beberapa titik, antara lain Jorong Simpang Utara, Simpang Selatan, Pasar Simpang, Kampung Aur, dan Kampung Siri. Alahan Mati dan Nagari Simpang parah digulung galodo.
Laporan wartawan Haluan di lokasi kejadian, sepanjang 1 km lebih, Bukik Macang di sisi kiri jalan raya arah Kinali terban dan menimbun pemukiman warga di kaki bukit itu. Puluhan rumah kupak-kupak, sebuah bangunan SD, musala dan rumah makan tertimbun, tiga mobil yang sedang melintas juga ikut terseret banjir, dan beberapa buah kendaraan motor roda dua. Tampak kekayuan dan bebatuan disertai lumpur bergulung-gulung menerjang dari atas bukit sekitar dan membelintang bersama lumpur menutup jalan. Tiga lokasi itu sampai pukul 00.00 WIB tadi malam masih terisolir, belum diketahui jumlah korban jiwa dan kerugian. Namun dari informasi warga, ada dua warga yang memancing di sungai yang hingga tadi malam belum ditemukan.
Menurut salah seorang warga setempat, sepanjang 50 tahun terakhir, inilah musibah paling parah yang pernah melanda tiga nagari itu. “Meluapnya Batang Sinabung penyebab banjir bandang ini. Saya kira hutan di hulu sungai sudah dijarah. Selain Batang Sinabung, ada juga Sungai Ulu Tambuluah Bukit Ambacang yang saya perkirakan hulunya juga sudah gundul,” katanya sembari memperkirakan penyebabanya.
Yozawardi, Kepala Dinas Kehutanan Pasaman, menduga ada tiga penyebab banjir bandang itu. “Pertama penebangan liar, kedua banyaknya penanaman coklat di sekitar bukit, dan ketiga sungai yang tak mampu menampung debet air yang demikian besar,” katanya.
Sementara itu, Wali Nagari Simpang Adek Jumailis, menyebutkan di Bukit Malampah dikabarkan, 30 orang terkurung empat mobil rusak belasan motor terserat air. Untuk sementara 200 KK di Pasa Simpang mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui berapa jumlah korban jiwa yang ditelan galodo tersebut, namun sejumlah aparat kepolisian, Satpol PP dan alat berat sudah tiba di lokasi, namun belum bisa melakukan evakuasi, karena arus masih cukup besar sehingga menyulitkan tim bantuan menembus lokasi.
Yazid Fadli, Kepala BPBD Sumbar mengatakan, setelah mendapat kabar banjir bandang itu, tim langsung diturunkan ke lokasi kejadian. “Alat-alat berat sudah diberangkatkan,” katanya.
Bupati Pasaman, Benny Utama bersama rombongannya hanya bisa berada paling jauh 15 Km dari jalan Lintas Sumatera. “Kita tidak bisa masuk sampai ke lokasi, jalanan tertutup timbunan dan kayu-kayu besar, jempatan pun ambruk, hujan sangat lebat,” kata Benny Utama.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang ditelepon Bupati Pasaman Beny Utama menyatakan rasa dukanya yang mendalam.
“Malam tadi langsung memerintahkan Kepala BPBD Sumbar untuk turun ke Pasaman membawa alat berat dan bantuan yang diperlukan guna melakukan evakuasi. Karena sulitnya medan dan hujan lebat, alat itu belum sampai hingga tadi malam,” tambah Beny
Menurut Yazid, ada dua kemungkinan yang bisa ditempuh untuk melakukan evakuasi. Pertama masuk lewat Lintas Tengah via Bukittinggi, dan yang kedua lewat Pariaman menyusuri jalan Lintas Barat ke Pasaman Barat. Dari situ ke Malampah. Karena kawasan itu berada di perbatasan dua Kabupaten (Pasaman dan Pasaman Barat) maka evakuasi harus dilakukan dari dua pintu masuk itu agar bisa mempercepat pembukaan isolasi dan bantuan makanan ataupun pencarian korban bisa dilakukan segera.
Salah seorang korban galodo Jon Hendri, warga Simpang Utara, kepada Haluan, mengatakan, rumah tempat tinggalnya dan sebuah kedai PMD tempat usahanya sudah ludes disapu galodo. “Anak istrinya saya berhasil melarikan diri ke arah perbukitan,” kata Jon Hendri terbata-bata.
Korban lainya, Eni kepada Haluan mengatakan, rumah yang dia tempati berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian, tetapi tidak terkena hantaman galodo, namun suaminya belum juga kunjung pulang dari Bukittinggi.
“Saya cemaskan suami saya, hingga malam ini belum juga pulang. Apakah dia masih berada di Bukittinggi atau dalam perjalanan atau terjadi apa-apanya di tengah jalan,” kata Eni sambil menangis.
Camat Palupuh yang dihubungi Haluan, M Arsyid mengatakan jalan raya Palupuh-Pasaman tadi malam macet total sehingga tidak satupun kendaraan roda empat yang bisa melintas.
Bukitinggi Banjir
Sementara itu, dari Bukittinggi dilaporkan, dua keluarga di RT 2 RW 2, Kelurahan Manggis Ganting, Kecamatan Mandiangin Koto Salayan, Bukittinggi terpaksa mengungsi, karena rumah mereka direndam banjir dengan ketinggian sekitar 1,5 meter tadi malam.
Ironisnya genangan air itu ditengarai akibat urukan tanah pembangunan Kampus Stikes For de Kok di kawasan tersebut.
Kedua rumah yang terendam itu masing-masing milik Zulfirman, Ketua RT setempat dan Fitri Susilawarni. “Saya sudah sering menyampaikannya kepada pihak Stikes untuk men-dam tanah timbunan kampus itu, tetapi tidak diindahkan. Ya, beginilah jadinya kami jadi korban akibat hujan deras dari sore,” kata Zulfirman tadi malam.
Zulfirman yang terpaksa mengungsi ke rumah familinya berharap Pemko Bukittinggi menegur pihak Stikes karena dinilai tak peduli dengan masyarakat sekitar. “Faktanya begini, dan tentunya kita berharap ada teguran dan perhatian dari pihak Pemko, agar tak terjadi lagi,” lanjutnya. (h/jon/tos/vie)
Langganan:
Postingan (Atom)