Cari Blog Ini

01 Maret 2012

KETUA ILUNI UNP KEPRI JADI KADISNAKER BATAM




BATAM,HALUAN-Drs Zarefriadi MPd, Ketua Ikatan Alumni Universitas Negeri Padang (Iluni UNP) Provinsi Kepri dilantik sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Batam oleh Walikota Batam Ahmad Dahlan, Kamis (3/1) di Kantor Pemko Batam. Sebelumnya, Ketua Ikatan Perantau Kota Payakumbuh-Kabupaten Limapuluh Kota (Gonjonglimo) Kota Batam tersebut menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam.
"Tugas dan tanggungjawab saya tentu lebih berat lagi. Mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar saya bisa menjalankan tugas dengan baik di tempat yang baru," kata Zarefriadi saat dihubungi Haluan tadi malam dari Padang melalui sambungan telepon.
Zarefriadi, alumni Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakutas Pendidikan Teknik dan Kejuruan (FPTK) IKIP Padang yang kini jadi Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (FT UNP), sesungguhnya bukan orang baru di lingkungan Disnaker. Dia pernah menjabat sebagai salah satu kepala bidang (Kabid) di SKPD ini. Zaref juga pernah menjadi Kabid Program di Dinas Pariwisata Kota Batam.
Zaref dilantik bersama dengan beberapa pejabat eselon II,III dan IV lainnya. Mutasi di lingkungan Pemko Batam, tersebut tidak menyentuh jabatan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik). Muslim Bidin tetap menduduki jabatannya sebagai Kadisdik, meski rumor deras menginginkan ia diganti. Di antara alasannya, permasalahan di dunia pendidikan yang terus terjadi, mulai dari masalah penerimaan siswa baru, pungutan liar (pungli) uang try out dan pemantapan menjelang UN, penjualan LKS, belum dibayarnya gaji guru honor dan lainnya.
Walikota Batam, Ahmad Dahlan beralasan tidak ada usulan dari Baperjakat untuk mengganti Muslim Bidin dari Kadisdik. Meskipun diakui, memang ada permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan hingga akhir ini."Dan pak Muslim, masih siap untuk menyelesaikan masalah pendidikan yang ada," ujar Walikota Batam, Ahmad Dahlan.
Pelantikan dilakukan terhadap 60 pejabat eselon II, III, Camat dan Sekcam di lingkungan Pemko Batam. Dari jumlah tersebut, 2 pejabat menempati posisi baru sebagai Asisten dan 3 pejabat sebagai Kepala Dinas.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan ditempati M. Syuzairi yang sebelumnya menjabat sebagai staf ahli. Menggantikan Buralimar yang naik ke Provinsi sebagai Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepri. Sedangkan posisi Asisten III Bidang Administrasi Umum yang sebelumnya ditempati Maaz Ismail, digantikan oleh Sahir yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Kadinsos).
Lima orang yang menempati posisi baru di eselon II adalah Kamarul Zaman sebagai Kadinsos, Zarefriadi sebagai Kadisnaker, Sulaeman Nababan sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Salim sebagai Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) dan Marzuki sebagai Sekretaris DPRD Kota Batam.

Kamarul Zaman sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata, Zarefriadi sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Disdik dan Sulaeman Nababan sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DKP, Salim sebelumnya menjabat sebagai Kabag Humas dan Marzuki sebelumnya menjabat sebagai Bendahara Sekretariat DPRD Kota Batam.
Sedangkan Rudi Sakyakirti yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Disnaker menempati posisi baru sebagai Staf Ahli bersama Ibnu Maja. Sedangkan jabatan Kepala DKP sedang mengalami kekosongan paska ditinggal Azwan yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar.
Kepada pejabat yang baru dilantik, Walikota Batam berharap dapat melanjutkan kinerja yang telah dilakukan pejabat sebelumnya, serta dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Batam. "Ini merupakan lokomotif untuk bergerak di 2012 dan akan ditindaklanjuti dengan promosi ataupun rotasi agar siap dalam satu barisan menghadapi pembangunan," katanya menandaskan. (h/wan/erz)

KETUA ILUNI UNP KEPRI JADI KADISNAKER BATAM

BATAM,HALUAN-Drs Zarefriadi MPd, Ketua Ikatan Alumni Universitas Negeri Padang (Iluni UNP) Provinsi Kepri dilantik sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Batam oleh Walikota Batam Ahmad Dahlan, Kamis (3/1) di Kantor Pemko Batam. Sebelumnya, Ketua Ikatan Perantau Kota Payakumbuh-Kabupaten Limapuluh Kota (Gonjonglimo) Kota Batam tersebut menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam.
"Tugas dan tanggungjawab saya tentu lebih berat lagi. Mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar saya bisa menjalankan tugas dengan baik di tempat yang baru," kata Zarefriadi saat dihubungi Haluan tadi malam dari Padang melalui sambungan telepon.
Zarefriadi, alumni Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakutas Pendidikan Teknik dan Kejuruan (FPTK) IKIP Padang yang kini jadi Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (FT UNP), sesungguhnya bukan orang baru di lingkungan Disnaker. Dia pernah menjabat sebagai salah satu kepala bidang (Kabid) di SKPD ini. Zaref juga pernah menjadi Kabid Program di Dinas Pariwisata Kota Batam.
Zaref dilantik bersama dengan beberapa pejabat eselon II,III dan IV lainnya. Mutasi di lingkungan Pemko Batam, tersebut tidak menyentuh jabatan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik). Muslim Bidin tetap menduduki jabatannya sebagai Kadisdik, meski rumor deras menginginkan ia diganti. Di antara alasannya, permasalahan di dunia pendidikan yang terus terjadi, mulai dari masalah penerimaan siswa baru, pungutan liar (pungli) uang try out dan pemantapan menjelang UN, penjualan LKS, belum dibayarnya gaji guru honor dan lainnya.
Walikota Batam, Ahmad Dahlan beralasan tidak ada usulan dari Baperjakat untuk mengganti Muslim Bidin dari Kadisdik. Meskipun diakui, memang ada permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan hingga akhir ini."Dan pak Muslim, masih siap untuk menyelesaikan masalah pendidikan yang ada," ujar Walikota Batam, Ahmad Dahlan.
Pelantikan dilakukan terhadap 60 pejabat eselon II, III, Camat dan Sekcam di lingkungan Pemko Batam. Dari jumlah tersebut, 2 pejabat menempati posisi baru sebagai Asisten dan 3 pejabat sebagai Kepala Dinas.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan ditempati M. Syuzairi yang sebelumnya menjabat sebagai staf ahli. Menggantikan Buralimar yang naik ke Provinsi sebagai Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepri. Sedangkan posisi Asisten III Bidang Administrasi Umum yang sebelumnya ditempati Maaz Ismail, digantikan oleh Sahir yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Kadinsos).
Lima orang yang menempati posisi baru di eselon II adalah Kamarul Zaman sebagai Kadinsos, Zarefriadi sebagai Kadisnaker, Sulaeman Nababan sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Salim sebagai Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) dan Marzuki sebagai Sekretaris DPRD Kota Batam.

Kamarul Zaman sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata, Zarefriadi sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Disdik dan Sulaeman Nababan sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DKP, Salim sebelumnya menjabat sebagai Kabag Humas dan Marzuki sebelumnya menjabat sebagai Bendahara Sekretariat DPRD Kota Batam.
Sedangkan Rudi Sakyakirti yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Disnaker menempati posisi baru sebagai Staf Ahli bersama Ibnu Maja. Sedangkan jabatan Kepala DKP sedang mengalami kekosongan paska ditinggal Azwan yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar.
Kepada pejabat yang baru dilantik, Walikota Batam berharap dapat melanjutkan kinerja yang telah dilakukan pejabat sebelumnya, serta dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Batam. "Ini merupakan lokomotif untuk bergerak di 2012 dan akan ditindaklanjuti dengan promosi ataupun rotasi agar siap dalam satu barisan menghadapi pembangunan," katanya menandaskan. (h/wan,ERZ)

24 Februari 2012

Kepala KUA Mesum Langsung Dipecat




PADANG, HALUAN- Kepala KUA Kayu Tanam, Padang Pariaman berinisial Az terjaring razia polisi di Jalan Adinegoro, depan Mapolsek Koto Tangah, Selasa lalu resmi diberhentikan. Hal ini disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Ismail Usman kepada Haluan kemarin (23/2).
“Ini menjadi pelajaran dan bahan evaluasi bagi Kemenag Sumbar. Oknum tersebut telah kami berhentikan,” ujar Ismail.

Menindaklanjuti hal ini, jajaran Kemenag Sumbar akan melaksanakan evaluasi bagi seluruh Kepala KUA awal Maret nanti.

“Awal Maret ini kita akan mengumpulkan semua Kepala KUA untuk diberikan peringatan. Ini akan menjadi pelajaran ke depannya bahwa kita tidak akan mentoleransi oknum yang mencemarkan nama baik institusi,” tegasnya.

Ismail juga menyayangkan sekali perbuatan Az karena selain menodai isnstitusi, ia juga telah mencemarkan reputasi agama. “Tokoh dari lembaga keagamaan sepatutnya menjadi contoh,” kata Ismail lagi.

Sebelumnya diberitakan Az dijumpai dengan pakaian terbuka bersama remaja belia berusia 17 tahun berinisial Ls di dalam mobil Toyota Starlet. Diduga ia berbuat mesum di dalam mobil tersebut. Jajaran Polresta Padang yang menggelar razia, juga menemukan VCD porno dan kondom di dalam mobil tersebut.

Kabag Ops Polresta Padang Kompol Ari Yuswan Triono yang memimpin razia itu mengatakan, awalnya Toyota Starlet tersebut melaju dari arah Padang Pariaman menuju Padang. Saat dihentikan petugas, Az terkejut, dan menabrak mobil yang ada di depannya.

Kejadian ini mengundang perhatian petugas, dan polisi langsung memeriksa mobil itu. Karena kaget, mereka tidak sempat memperbaiki pakaian mereka yang sudah terbuka.

“Mungkin mereka terkejut saat mengetahui ada razia, dan karena ketakutan dia menabrak mobil yang berada di depannya. Melihat kejadian tesebut, kami langsung melakukan pemeriksaan dan ditemukan keduanya dalam kondisi setengah telanjang,” ujarnya.

Kemudian kata Ari, petugas pun memeriksa kendaraan mereka dan ternyata mendapatkan delapan keping VCD Porno, dan sembilan bungkus kondom, sehingga mereka digiring ke Mapolsek Koto Tangah untuk diperiksa lebih lanjut.

Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, Az, warga Koto Tinggi 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman mengaku sempat berbuat mesum di dalam mobil itu bersama Ls, siswa kelas II sebuah MAN di Padang Pariaman.

“AZ sudah lama kenal dengan gadis tersebut, sehingga mereka ini ingin ke Padang untuk sekedar jalan-jalan,” jelas Ari. Polisi kemudian menghubungi keluarga perempuan itu. Setelah dilakukan musyawarah, mereka pun akhirnya tidak melapor di Polsek Koto Tangah, melainkan akan membuat laporan di Polres Pariaman. “Kita sudah melepaskan mereka sekitar pukul 03.00 WIB, setelah orang tua perempuan tiba di Polsek, dan akan melapor ke Polres Pariaman terkait kasus ini,” lanjutnya. (h/nas/dla)