Cari Blog Ini

14 Juni 2011

2.25O Ton Gula Bikin Kebakaran Jenggot



Keterangan yang diberikan Manager Operasional PT Persero Batam, Budi Susanto tentang impor gula ke Batam yang melebihi kuota bikin heboh. Beberapa pihak langsung seperti orang kebakaran jenggot ketika keterangan yang disampaikan Budi Santoso diterbitkan media massa terbitan Batam.

Gula yang diimpor dari Thailand untuk memenuhi kebutuhan gula di Kepri melampaui kuota hingga 2.250 ton. Kuota yang ditetapkan Kementerian Perdagangan cuma 9.000 ton, tapi hingga kini enam importir yang ditunjuk Badan Pengusahaan FTZ (BP) Batam ternyata memasukkan 11.250 ton gula.

Kelebihan kuota tersebut terungkap saat Komisi II DPRD Kota Batam bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang PT Persero Batam di Pelabuhan Batuampar, Kamis (9/6).

Menurut data yang diberikan Manager Operasional PT Persero Batam, Budi Susanto, angka 11.250 ton tersebut terdiri dari 2.950 ton sudah berada di gudang Persero, 2.800 ton masih di kapal dan belum dibongkar, dan ada dua shif lagi yang masing-masingnya sebanyak 2.950 ton dan 2.550 ton sehingga total semuanya menjadi 11.250 ton.

BP Batam sebelumnya menunjuk enam importir untuk memasukkan 9.000 ton gula sesuai kuota yang ditetapkan Kementerian Perdagangan. Keenam importir itu adalah PT Pro Kepri Berjaya, PT Sahabat Karya Mandiri, PT Trimaco Sukses, PT Putra Kepri Mandiri, PT Pembangunan Kepri dan PT Batam Harta Mandiri.

Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Yudi Kurnain menyayangkan tindakan importir mendatangkan gula melebihi kuota yang telah ditetapkan. Ia menilai importir telah menyalahgunakan kebijakan Kementerian Perdagangan mengizinkan impor yang dimaksudkan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga gula di Kepri.

Solusi atas kelebihan kuota itu, menurut Kepala Disperindag dan ESDM Kota Batam Ahmad Hijazi bisa dilakukan reekspor ataupun meminta kebijakan baru dari Menteri Perdagangan. Plh Direktur Investasi, Marketing dan Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho menyerahkan penyelesaian kelebihan kuota ini kepada Menteri Perdagangan. Soal kemungkinan gula itu direekspor, tergantung kebijakan Kementerian Perdagangan.

Tapi apa lacur, satu hari berselang, keterangan Manager Opersional PT Persero Batam, Budi Susanto langsung dibantah habis-habisan oleh BP Batam.Informasi yang dihimpun Haluan Kepri, begitu berita kelebihan kuota impor gula berlebih terbit, para petinggi BP Batam panik alang-kepalang. Rapat kilat pun langsung digelar.

BP Batam membantah gula yang diimpor dari Thailand melampaui kuota hingga 2.250 ton. Berdasarkan data manifes yang diterima BP Batam dari Bea dan Cukai (BC), gula impor yang sudah dimasukkan ke Batam justeru masih kurang dari kuota sebesar 9.000 ton yang ditetapkan Menteri Perdagangan atau baru 8.975 ton. Hal ini disampaikan Direktur Investasi, Pemasaran dan Humas BP Batam Rustam Hutapea, Jumat (10/6). BP Batam, kata Rustam tidak tahu dari mana datangnya angka 11.250 ton itu.

Pada Selasa (14/6) kemarin giliran Bea Cukai (BC) Batam menggelar konfrensi pers tentang data impor gula. Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) BC Batam Susila Brata menyatakan Total gula impor masuk ke Batam melalui pelabuhan batu ampar sebanyak 8.975 ton. Menurutnya dari data impor gula yang ada di BC jumlah gula yang telah masuk 8.975 ton. Artinya masih kurang, tidak melebihi kuota.

Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Yudi Kurnain yang turut hadir dalam petemuan tersebut mewakili komisi II DPRD Kota Batam mengatakan, setelah mengumpulkan data-data, baik melalui RDP, sidak, informasi impor gula berlebih tersebut telah selesai.

Pihak mana yang benar atas persoalan gula ini, tentu perlu dibuktikan secara mendalam. Apalagi PT Persero Batam belum ada mengklarifikasi keterangannya tentang kelebihan kuota impor gula tersebut. Jika benar ada permainan dalam impor gula, maka ini bukanlah kejahatan yang sederhana. Tak berlebihan jika dikategorikan hal ini sebagai kejahatan besar kolaborasi antara oknum-oknum regulator dengan para pengusaha dan penegak hukum.

Jangan menari-nari di atas penderitaan masyarakat dan jangan pura-pura membantu masyarakat dengan mengimpor gula, padahal subtansinya ingin mengeruk keuntungan besar dari penderitaan rakyat. Meski ribuan ton gula telah diimpor, namun sejauh ini harga gula masih Rp10.000 per kg. Seharusnya sudah pada angka Rp8.000-an. Para pemain gula juga perlu mempertimbangkan nasib para petani tebu di tanah air. ERZ

23 Mei 2011

Hemat Pulsa


Wajah Konti menyerengit dijilat panas terik matahari. Sudah tujuh kali ia memutari Perumahan Genta, tapi alamat rekannya tak kunjung bersua. Ia pun kembali menjejal tiap-tiap blok yang ada di perumahan itu dengan sepeda motor keluaran 2007 milik saudaranya. Tapi, lagi-lagi Konti gagal. Alamat rumah yang di-SMS-kan rekannya belum juga berjumpa.

"Alamatnya, Perumahan Genta Blok F1 No 13, cat rumah warna hijau. Alamat sudah jumpa, cat rumahnya pun hijau, tapi tak ada yang mengenal Udin. Apa Udin salah kasih alamatnya ke gue ya," gumam Konti saat berteduh di bawah pohon jambu dekat pos kamling.

Konti merasa bingung telah delapan kali putar-putar di Perumahan Genta mencari alamat Udin, tapi tidak juga berjumpa. Warga yang ditanyainya pun telah 17 orang. Tapi sayang tak ada warga genta yang mengenal Udin. Meski begitu, Konti tetap yakin Udin memang tinggal di perumahan ini. Karena di kecamatan ini memang hanya satu Perumahan Genta.

Konti pun melirik ke jam dinding di tembok depan siskamling. Pukul 14.15 WIB. "Sudah satu setengah jam mutar-mutar belum juga bertemu. Gimana nih," gumam Konti lagi sembari menghirup teh melati kotak di genggamannya. Ia pun melepas helm di kepalanya dan mengelap keringat didahi dan leher. Maklum suhu di kota industri ini mencapai 34 derajat celcius sejak beberapa hari terakhir.

Setelah pikir-pikir untuk kembali ke rumah saudaranya dan menunda usahanya mencari alamat rumah Udin, tiba-tiba dibenaknya kembali muncul ide untuk kembali menelusuri blok demi blok Perumahan Genta. Kalau nanti tetap juga tak berjumpa, ia pun ingin bertanya ke sekuriti perumahan itu. Tak pikir panjang lagi, Konti pun menstarter sepeda motornya. Satu kali, dua kali ia mutar-mutar di Blok F, tapi tetap saja tak ada Udin.

Dua sekuriti dan satu warga lainnya telah ia tanya lagi, namun tetap juga tak ada yang mengenal Udin. Telah 10 kali Konti menelusuri blok-blok di Perumahan Genta dan sudah 20 orang yang dia tanya. Namun lagi-lagi hasilnya nihil. Ada yang bernama Udin, tapi telah kakek-kakek. Ada juga yang bernama Udin, tapi telah meninggal sejak setahun yang lalu. Konti semakin bingung.

Mungkin ilham yang datang ke Konti. Kali ini Konti tak mau lagi mutar-mutar atau bertanya ke warga. Ia mengambil ponsel buatan Cina di saku celananya. Dia pencet nomor HP Udin 08137269***. Hanya pada nada panggil kedua, suara Udin pun langsung terdengar oleh Konti. "Eh.. Konti sudah di mana, jadi mampir ke rumah sayakan?" tanya Udin.

"Ya, saya sudah di Perum Genta. Eh rumah ente Blok F1 Nomor 13 kan?" kata Konti. "Bukan, di Blok E1 Nomor 13," jawab Udin ringan sembari minta maaf, mungkin salah ketik karena key pad HP-nya memang rusak sejak dua hari lalu.

Konti merasa kesal dengan Udin, tapi ia tak buru-buru meluapkan kekesalan itu begitu berjumpa dengan Udin. Konti intropeksi diri, dan perlahan sadar sebetulnya ia tak perlu mutar-mutar Perum Genta sampai 10 kali dan bertanya ke warga hingga 20 orang warga.

Karena ada cara yang simpel, cukup hubungi nomor HP Udin, sekejap bisa langsung jumpa. Apalagi ternyata di lingkungan itu panggilan Udin ternyata Alex. Syafrudin Alex begitu nama lengkap Udin seperti tertera di STTB. Mungkin dianggap lebih simpel dan keren, warga sekitar memanggil teman Konti itu dengan sebutan Alex. Tak ada satupun warga yang mengenal rekan Konti itu dengan nama Udin. **

05 April 2011

HM Sani Masuk Bursa Calon Ketua DPD Demokrat Kepri




BATAM-Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Provinsi Kepri akan dilaksanakan pertengahan bulan April ini. Lima nama masuk dalam bursa calon Ketua DPD PD Kepri yang akan diperebutkan dalam Musda tersebut.

Mereka adalah Saptono Mustaqim (Ketua DPD PD Kepri yang tengah menjabat), HM Sani (Gubernur Kepri), Drs H Ahmad Dahlan (Ketua DPC PD Batam/Walikota Batam), Apri Sujadi (Ketua DPC PD Bintan/Wakil Ketua DPRD Bintan) dan Ketua BP3KR Huzrin Hood.

"Musda rencananya akan digelar 16 April 2011. Sekarang Ketua DPD (Demokrat Kepri) Pak Saptono sedang berada di Jakarta terkait dengan persiapan pelaksanaan Musda ini," kata Sekretaris DPC PD Batam H Surya Sardi SH yang juga Ketua DPRD Kota Batam, Senin (4/4) di DPRD Kota Batam.

Surya memperkirakan dinamika Musda DPD PD Kepri bakal tinggi, menyusul mencuatnya nama-nama orang berpengaruh di Kepri yang akan ikut bertarung di musda partai yang didirikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ini. Dari lima nama calon yang digadang-gadangkan masing-masing memiliki keunggulan tersendiri.

Saptono Mustaqim unggul pengalaman, karena telah tiga tahun memimpin DPD PD Kepri dan malang melintang di berbagai partai politik. Ia memiliki dukungan kuat dari beberapa DPC PD di Kepri, termasuk dari DPP PD. Ahmad Dahlan tengah on fire, karena baru saja memenangkan Pilwako Batam 2011. Kesuksesan Dahlan memenangi Pilwako Batam bakal menjadi poin khusus bagi Dahlan untuk bisa memenangkan Musda PD Kepri.

Sementara HM Sani dikabarkan masuk bursa Musda PD Kepri karena mendapat tawaran dari DPP PD. Jabatan HM Sani sebagai Gubernur Kepri akan menjadi posisi tawar yang luar biasa di dalam Musda PD. Sedangkan Apri Sujadi disebut-sebut memiliki dukungan yang kuat dari beberapa DPC PD di Kepri dan DPP PD. Apri juga dianggap sebagai suksesor Anas Urbaninrum saat memenangkan Munas PD 2010 lalu, sehingga Anas terpilih menjadi Ketua Umum PD menyisihkan Andi Malarangeng dan Marzuki Alie.

Nama terakhir, Huzrin Hood bisa menjadi kuda hitam di dalam Musda PD Kepri. Huzrin adalah tokoh central yang memperjuangkan terbentuknya Kepri. Namanya sangat disegani dan diperhitungkan oleh semua partai politik. Bahkan kesuksesan pasangan HM Sani-HM Soerya Respatino di Pilgub Kepri 2010 tidak terlepas dari dukungan Huzrin Hood. Adik Huzrin Hood, Hoesnizar Hood yang menjabat sebagai Ketua DPC PD Tanjungpinang juga bisa melempangkan langkah Huzrin di dalam Musda nantinya.

Ketua DPD PD Kepri H Saptono Mustaqim saat dihubungi via telepon mengaku tengah berada di Jakarta untuk mengkonsultasikan persiapan Musda dengan DPP PD. Menurut Saptono jadwal penyelenggaraan Musda belum bisa dipastikan. Namun secara garis besar Musda akan digelar di dalam bulan April 2011. Tentang munculnya sejumlah nama calon Ketua DPD PD Kepri menyusul semakin dekatnya waktu pelaksanaan Musda, Saptono tidak membantahnya. Hanya saja untuk nama Gubernur Kepri HM Sani yang disebut-subut juga akan ikut bertarung dalam Musda PD Kepri, Saptono mengaku baru kali ini mendengarnya.

"Soal banyaknya nama-nama yang muncul ya tak masalah. Justru itu lebih baik. Tapi untuk nama Pak HM Sani, saya belum tahu. Saya baru dengar informasi ini," kata Saptono menandaskan. erz